Pembayaran Tetap Bermasalah

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Suasana antrean komplain mahasiswa dan permintaan kwitansi manual di kantor keuangan UST Kampus I. Foto : Romdlon/PENDAPA
Suasana antrean komplain mahasiswa dan permintaan kwitansi manual di kantor keuangan UST Kampus I. Foto : Romdlon/PENDAPA

Raut cemas terlihat di wajah para mahasiswa yang antre di depan kantor Keuangan Biro Administrasi Umum (BAU) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) untuk mendapatkan slip manual pembayaran Biaya Variabel mahasiswa, Senin (10/3). Hal ini disebabkan Bank BNI 46 yang menjadi mitra UST dalam bidang pembayaran akademik mengalami masalah teknis dalam program perbankkannya. Kebanyakan mahasiswa yang mengantri adalah mahasiswa yang ingin membayar Biaya Variabel. Dengan membawa Kartu Rencana Studi (KRS) dan kwitansi pembayaran Biaya Tetap, para mahasiswa itu mengantre untuk mendapatkan slip pembayaran yang akan mereka bawa kembali ke Bank BNI 46 untuk pentrasferan uang.

“Saya di sini untuk mengambil slip pembayaran Biaya Variabel karena di BNI 46 saat ini tidak bisa melakukan transaksi ke UST,” ucap Yana, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang berhasil diwawancarai di sela-sela antrenya.

Sementara itu, pihak BAAK dan keuangan UST juga tampak sibuk melayani berbagai keluhan pembayaran para mahasiswa. Pihak BAAK juga belum mengetahui pasti penyebab amburadulnya sistem pembayaran ini. “Mungkin kerusakan ada pada program tapi kita belum tahu pasti tentang letak kesalahan tersebut,” ungkap Ki Veator Renyaan, Kepala BAAK UST ketika ditemui di ruang kantornya sore tadi.

Ki Renyaan juga sedang mengupayakan untuk menormalkan kembali terkait kondisi pembayaran biaya tetap yang amburadul ini. Ia mengungkapkan akan mendata mahasiswa yang bermasalah atau masih mengalami kesulitan untuk proses pembayaran. “Kami akan men-setting ulang untuk mengatasi masalah mahasiswa yang masih kesulitan dalam pembayaran dengan mengumpulkan KRS. Jangka waktu dibatasi sampai tanggal 14 besok,” jelasnya.

Ki Renyaan juga mengungkapkan bahwa pihaknya tidak akan menentukan suatu kebijakan terlalu dini. Misalkan tentang toleransi perpanjangan pembayaran terkait masalah ini. “Kita tidak akan menentukan keputusan, ini kan masih hari Senin, masih 4 hari lagi. Kita juga akan bekerja keras,” tambahnya. [p]

Satu tanggapan untuk “Pembayaran Tetap Bermasalah

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *