Drama di Penghitungan Suara

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Suasana penghitungan suara Pemilwa FKIP pada Senin sore (6/01) yang dilaksanakan hingga pukul 22.00 wib. [Foto: Isnan/PENDAPA]
Suasana penghitungan suara Pemilwa FKIP pada Senin sore (6/01) yang dilaksanakan hingga pukul 22.00 wib. [Foto: Isnan/PENDAPA]

Proses penghitungan suara pasca Pemilihan Umum Mahasiswa (Pemilwa) yang diselenggarakan pada Senin (6/01) dari pukul 15.00 hingga 22.00 wib telah selesai dilaksanakan. Penghitungan surat suara ini meliputi penghitungan jumlah suara dari pemilihan calon ketua dan wakil ketua Majelis Mahasiswa Fakultas (MMF) dan calon ketua dan calon wakil ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HMJ PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST).

Dari penghitungan yang sudah dilaksanakan, tercatat pasangan kandidat HMJ PGSD nomor urut satu Feronika Soni Setiawan dan Krisnanta Adi Nugraha unggul dengan jumlah suara 264 suara dari rivalnya nomor dua Qodri Jamalulail dan Wulan yang hanya berhasil menghimpun 207 suara dari pendukungnya. Sedangkan untuk ketua dan wakil ketua MMF, pasangan urut nomor satu Syafik Zal Pratama dan Desi Suryani unggul dengan jumlah suara yang dikantongi sebanyak 492 suara. Pasangan urut nomer dua, Obednego N. Ridi (Ori) dan Amelia A. Wulandari sebagai pesaing Syafik hanya berhasil mengumpulkan 392 suara. Hasil suara yang terkumpul diambil dari lima Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di kampus FKIP. TPS 1 Hall PGSD, TPS 2 Hall MIPA, TPS 3 JPTK, TPS 4 Hall PBSI dan TPS 5 di Kampus Seni Rupa.

Proses perhitugan suara dipimpin oleh pihak Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) dengan pengawasan ketat dari Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu). Hadir pula masing-masing calon kandidat serta saksi-saksi per-TPS dari masing-masing kandidat calon, baik HMJ PGSD dan MMF. Perhitungan suara dilakukan secara terbuka. Siapa saja baik tim sukses dari kandidat calon sampai mahasiswa berhak melihat proses perhitungan suara yang dimulai dari pukul 15.00.

Kisruh tak terhindarkan terjadi pasca penghitungan suara. Obednego N. Ridi (Ori) yang mendapat suara lebih rendah dari Syafik menggugat Panwaslu. Ia menilai KPUM tidak tegas karena ada oknum-oknum dari pihak atau Tim Sukses Syafik yang dinilai mencemarkan nama baiknya. Tidak Cuma itu Ori juga mendapati kecurangan yang dilakukan oleh Tim Sukses Syafik berupa pencurian waktu kampanye. Ori menilai tim Sukses Syafik melakukan kampanye saat pemilihan sudah bergulir pada hari Senin lalu. Gugatan Ori inilah yang menjadikan Panwaslu dan KPUM belum memutuskan siapa kandidat yang sah untuk diangkat menjadi Ketua dan Wakil Ketua MMF.

Dari pihak Panwaslu sendiri mengharuskan gugatan yang diterangkan oleh Ori untuk disampaikan secara tertulis dan bermaterai. “Apabila ada gugatan dari pihak yang merasa keberatan atau mendapati terjadi kecurangan dalam Pemilwa untuk disampaikan secara tertulis dan bermaterai, terhitung 24 jam dari waktu acara perhitungan suara ditutup serta disertai bukti ataupun saksi yang kuat untuk membenarkan,” jelas Ketua KPUM FKIP, Syafrudin.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *