Minim Sosialisasi, Pemilwa Tetap Berjalan Saat UAS

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Di tengah-tengan pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS), Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) FKIP UST akhirnya mengadakan Pemilu Mahasiswa (Pemilwa) hari ini, Senin (6/1). Pelaksanaan Pemilwa untuk memilih ketua Majelis Mahasiswa Fakultas (MMF) serta ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) sedianya akan terlaksana 23 Desember 2013. Surat Keputusan (SK) Pemilwa sendiri telah turun sejak tanggal 5 Desember 2013, akan tetapi pelaksanaan Pemilwa pada akhirnya terlaksana pada 6 Januari 2014.[Baca juga : Pemilwa FKIP Akhirnya Digelar]

Terlepas hal ikhwal penundaan yang dilakukan oleh pihak KPUM, Syafrudin, Ketua KPUM FKIP, yang akrab disapa Dude menuturkan terdapat sejumlah tempat pemungutan suara yang ditempatkan di beberapa titik. Diantaranya Hall Jurusan MIPA, Hall Jurusana Pendidikan Bahasa dan Seni (JPBS), Hall Jurusan Pendidikan Teknik dan Kesejahteraan Keluarga (JPTK), Hall Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dan Pendopo Agung Tamansiswa khusus untuk mahasiswa Pendidikan Seni Rupa.

Sosialisasi KPUM Minim

Penyelenggaraan suatu kegiatan pasti tidak lepas dari sosialisasi. Tetapi penyelenggaraan pemilwa  dirasakan minim sosialisasi. Tak ada baihao besar, poster pun minim. Banyak mahasiswa yang mengaku tidak mengetahui perihal pelaksanaan dan penundaan pemilwa.

Minimnya sosialisasi yang dilakukan oleh pihak KPUM diakui oleh Syafik Zal Pratama selaku calon ketua MMF FKIP. “Masih banyak teman-teman yang tidak mengetahui akan dilaksanakannya Pemilwa,” tutur Syafik. Mading menjadi alternatif yang dipilih oleh pihak KPUM untuk mensosialisasikan diadakannya Pemilwa. “Tidak hanya itu, kami juga telah menyuarakannya lewat sosial media Facebook,” ungkap Dude.

Mathias selaku calon tunggal ketua HMJ PBS mengatakan, sosialisasi lewat Facebook kurang efektif karena hanya orang-orang tertentu yang mengetahui adanya kelompok pemberi informasi tentang pelaksanaan Pemilwa. “Seharusnya pihak KPUM FKIP menyediakan poster atau baliho, sehingga mahasiswa awam mengetahuinya,” terang Mathias. Pengakuan tentang kurangnya sosialisasi ini juga sejalan dengan polling yang telah dilakukan oleh LPM PENDAPA Tamansiswa yang menyebutkan lebih dari 30% mahasiswa UST tidak mengetahui akan diadakannya pemilu serta lebih dari 80% mahasiswa menganggap sosialisasi yang dilakukan oleh KPUM tidak efektif.

Aturan Main Pemilwa

Dude menjelaskan, tahap awal Pemilwa dimulai dengan pengambilan formulir oleh bakal calon. Lalu menyerahkan formulir dengan menyertakan syarat-syarat yang telah ditentukan oleh KPUM. Selanjutnya pihak KPUM akan melaksanakan proses verifikasi, salah satu bakal calon baik ketua maupun wakil diperbolehkan menyaksikan proses verifikasi.

Dude menambahkan bahwa tidak ada syarat yang memberatkan, syarat yang diberlakukan saat ini tidak jauh berbeda dengan syarat Pemilwa sebelumnya. Ungkapan Dude juga sejalan dengan pernyataan Mathias. Di lain pihak Syafik menuturkan bahwa berat atau tidaknya syarat tersebut dapat dikembalikan pada masing-masing bakal calon. Akan tetapi ada beberapa calon kandidat yang ternyata tidak lolos verifikasi.

Terdapat dua pasang calon Ketua MMF FKIP yang dinyatakan lolos yaitu Syafik Zal Pratama berpasangan dengan Desi Suryani dan Obednego N Ridi bersama Amelai A Wulandari. Menurut Dude, sebenarnya ada tiga bakal calon yang mengajukan diri, akan tetapi satu pasangan dinyatakan tidak lolos karena mengembalikan formulir pendaftaran dalam keadaan kosong. “Jika calon yang lulus verifikasi hanya satu pasangan maka pasangan tersebut dinyatakan menang secara aklamasi, tidak ada yang dapat menggugatnya,” ungkap Dude.

Terdapat beberapa kandidat yang dinyatakan menang secara aklamasi diantaranya kandidat ketua HMJ PBS serta HMJ PTK. Akan tetapi Mathias selaku kandidat ketua HMJ PBS yang telah menang secara aklamsi mengaku kecewa, pasalnya Mathias sangat yakin teman seperjuangannya yang berada di kubu lawan sebenarnya bisa lolos verifikasi.

Sementara itu, sejauh ini Syafik sudah optimis akan menang. Untuk mempublikasikan dirinya sebagai calon katua MMF, Syafik lebih memercayakannya pada tim suksesnya. “Saya tidak akan memperkenalkan diri secara langsung, tapi biarlah teman-teman yang menilai inilah saya,” ujar Syafik.

Satu tanggapan untuk “Minim Sosialisasi, Pemilwa Tetap Berjalan Saat UAS

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *