Pemilu Diundur, KPUM FKIP Dinilai Tidak Tegas

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Senin pagi (23/12) hujan turun deras menemani kesibukan mahasiswa di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST), khususnya di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Hari dimana harusnya terlaksana Pemilihan Umum (Pemilu) Mahasiswa bakal Ketua dan Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) juga Majelis Mahasiswa Fakultas (MMF) FKIP.

Tetapi kesibukan mahasiswa yang terlihat bukan untuk berpartisipasi dalam pemilu, melainkan sibuk dengan jadwal kuliahnya masing-masing. Mahasiswa yang tergabung dalam Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) FKIP bahkan tidak terlihat mempersiapkan kegiatan pemilu.

Hal tersebut dijelaskan oleh Ketua KPUM FKIP, Syahrudin Ramadhan Pratama, kegiatan pemilu memang batal diadakan pada hari Senin karena KPUM FKIP belum menerima dana dari rektorat, sedangkan kegiatan ini harus segera di laksanakan.

Menurut Dude, panggilan akrab Syahrudin, bedasarkan keterangan pihak Biro Administrasi Umum (BAU) kepada KPUM, mereka memang belum berani mengeluarkan dana dikarenakan ada Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kegiatan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) yang belum diserahkan. Padahal tanggal 30 Desember harus sudah tutup buku. Jadi terkait dengan keuangan, LPJ dan sebagainya harus sudah di selesaikan.

Tidak hanya alasan tersebut KPUM FKIP membatalkan pemilu pada Senin itu, tetapi juga karena mengingat banyak dosen yang sudah menyelesaikan materi kuliah semester ganjil ini sebelum libur Natal. “Mahasiswa PGSD yang semester satu sudah tidak ada kuliah lagi, kami tidak mau mengambil resiko karena ketika pemilu tetap dilaksanakan siapa yang akan mencoblos,” ungkap Dude.

Kandidat calon HMJ dan MMF, lanjut Dude, tidak merasa keberatan mengenai dibatalkannya kegiatan pemilu ini. Dude sudah menginformasikan via pesan singkat sms karena tidak ada waktu juga untuk mengumpulkan mereka dan menginformasikan langsung.

Kegiatan KPUM FKIP seperti verifikasi data, orasi, konsumsi dan sebagainya mereka lakukan dengan dana swadaya semampu mereka. “Kalau kita dari awal menunggu dana turun semua kegiatan malah tidak ada yang bisa dilaksanakan,” ungkap Dude.

Sementara itu, pembatalan kegiatan Pemilu Mahasiswa ditanggapi dingin oleh salah satu mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP UST, Sulastri. Menurutnya pembatalan kegiatan pemilu ini menunjukkan bahwa KPU tidak tegas, alasan mengapa pembatalan kegiatan pemilu tidak disosialisasikan dengan baik. “Bahkan aku tanya sama anggota KPU-nya saja dia enggak tahu alasan apa yang membuat KPUM membatalkan kegiatan Pemilu itu. Harusnya KPUM mempublikasikan kalau pemilu ditunda dengan memberi alasan yang baik,” ungkap mahasiswa yang biasa disapa Lastri ini.[p]

[Baca juga : Pemilu FKIP Akhirnya Digelar]

Satu tanggapan untuk “Pemilu Diundur, KPUM FKIP Dinilai Tidak Tegas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *