Penjilat Dolar

Ratusan juta dolar dimakan olehnya

Perutnya membuncit bagaikan kucing hendak beranak

Ah….. Alangkah enaknya menjadi mereka

Keadilan selalu ramah menyapa dan berpijak

Pada kedok mereka yang mengatasnamakan rakyat

Tanpa rasa bersalah maupun berdosa

Mereka menjilat semua kepingan dolar

Tak peduli kepingan itu dari mana datangnya

 

Duhai dolar

Pernahkah kau menyimbangi gubuk reot kami?

Kami tak tahu rupamu, wahai dolar

Mereka mengagungkanmu melebihi sang Ilahi

 

Wahai kalian manusia yang tak manusiawi

Wajah kalian terpampang pada jendela koran

Nama kalian terkenal bukan karena prestasi

Tetapi karena sikap arogan kalian

Hilangkah budaya malu pada diri kalian?

Dimanakah rasa empati kalian simpan?

 

Air laut kalian sedot hingga kering kelontang

Oksigen kalian uangkan

Jamban kalian sapu sampai tak terendus baunya

Kapankah akan binasa orang-orang seperti kalian?

 

Muak, mengingat janji manis dari bibir tanpa dosa

Biru, kuning, merah, hitam semuanya tak jauh berbeda

Raja, Menteri bahkan Prajurit bersama-sama menggondol dolar yang katanya tak bertuan

 

Yogyakarta 2013

*Nurmala

Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2012

UST