Orasi Terbuka dan Debat Kandidat KPUM FKIP Sepi

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Orasi terbuka dan debat kandidat calon ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan Majelis Mahasiswa Fakultas (MMF) yang diadakan oleh Komisi Pemilu Umum Mahasiswa (KPUM) FKIP UST, Kamis (19/12), sepi dari perhatian mahasiswa. Tak banyak mahasiswa yang antusias memperhatikan acara yang menjadi agenda terakhir menjelang Pemilu Mahasiswa.

Orasi terbuka yang dimulai dari pukul 08.30 wib pagi itu minim mahasiswa yang menonton. Dari pengamatan Tim PENDAPA, para kandidat calon HMJ dan MMF yang berorasi tak mendapatkan perhatian dari mahasiswa yang ada di kampus FKIP. Sepinya mahasiswa yang menyempatkan diri untuk memperhatikan orasi calon ketua HMJ dan MMF FKIP itu juga dirasakan Muhammah Amin, mahasiswa Pendidikan Matematika. “Acaranya sepi. Sedikit mahasiswa yang memperhatikan. Mungkin juga karena faktor hujan pagi tadi. Saya saja awalnya tidak tahu kalau hari ini ada orasi para calon ketua HMJ dan MMF,” terang Amin.

Orasi terbuka hari itu juga tidak mendapat tanggapan dari mahasiswa. Hanya ada satu mahasiswa yang mengajukan pertanyaan kepada para calon yang berorasi. Bahkan sampai-sampai panitia yang memakai jas almamater yang melempar pertanyaan untuk para kandidat karena tidak ada pertanyaan dari mahasiswa yang menonton.

Sepinya antusiasme mahasiswa dalam rangkaian Pemilu Mahasiswa juga terjadi pada acara debat antar kandidat yang dilaksanakan pada hari yang sama di ruang 102. Acara yang dimulai pada pukul 13.00 wib itu juga sepi dari ketertarikan mahasiswa. Mayoritas yang hadir di sana adalah panitia yang notabene sebagai pelaksana dan sejumlah mahasiswa yang memang benar-benar aktif mengamati demokrasi kampus. “Saya rasa semua mahasiswa yang ada disini mahasiswa apatis. Mereka tidak mau memperhatikan, masa bodoh,” tegas Syafrudin, Ketua KPUM FKIP, menanggapi sepinya antusias mahasiswa dalam orasi terbuka dan debat kandidat.

Pada acara tersebut para kandidat menyampaikan visi dan misi serta janji-janji yang akan mereka realisasikan jika mereka terpilih menjadi Ketua HMJ dan MMF. Tujuannya jelas untuk mempromosikan diri mereka masing-masing kepada para mahasiswa agar mereka dipilih. “Tujuannya agar mahasiswa tahu bahwa inilah calon-calon yang akan mereka pilih,” terang Dude, nama akrab Syafrudin. Namun kenyataannya rangkaian acara yang bertujuan untuk mensosialisasikan para kandidat calon ketua HMJ dan MMF tersebut jauh dari target tujuan KPUM.[p]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *