Roy Suryo: Pemuda Indonesia Melawan Lupa

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo dan istrinya tengah menabur bunga ke salah satu makam sewaktu ziarah di Taman Makam WIjaya Brata pada hari Kamis (24/10) | foto: dok.istimewa
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo dan istrinya tengah menabur bunga ke makam Soegondo Djojopoespito di Taman  Wijaya Brata pada hari Kamis (24/10) | foto: dok.istimewa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo  didampingi  istri dan  jajaran Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melakukan kunjungan ke Yogyakarta. Selain mengikuti rangkaian acara dalam peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas), Roy Suryo juga melakukan ziarah pada hari Kamis (24/10) dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda.  Selain Roy Suryo, hadir pula Ki Priyo Dwiarso sebagai perwakilan dari Majelis Luhur Tamansiswa, Drs. Hadi Pangestu Rihardjo, S.T, M.T selaku Wakil Rektor III Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) serta Ir. Sunaryo Djojopoespito anak kandung ke-3 dari Ki Soegondo Djojopoespito.

Roy Suryo dan rombongan berziarah ke Taman  Wijaya Brata, tempat dimana tokoh-tokoh Tamansiswa disemayamkan. Selain Ki Hadjar Dewantara dan Nyi Hadjar Dewantara, tokoh nasional yang dimakamkan di sana adalah Ki Soegondo Djojopoespito, salah satu pencetus dan presidium sidang Sumpah Pemuda. Roy Suryo berharap Ketiga tokoh nasional tersebut dapat menjadi tokoh-tokoh teladan yang dapat membangkitkan semangat pemuda Indonesia untuk bersinergi membangun sebuah cita-cita yang kuat demi kemajuan bangsa. “Saya percaya, pemuda bisa bangkit. Jangan lupa Ki Hadjar Dewantara, ki Gondo, dan juga Bung Karno, itu ketika mereka memerdekakan bangsa ini, mereka semua ini di usia yang sangat muda,” ungkapnya.

Dalam pidatonya, Roy Suryo menyampaikan bahwa pemuda Indonesia harus meneruskan semangat para pahlawan yang melahirkan sumpah pemuda. Menurutnya pemuda adalah aset bangsa yang akan membangun bangsa Indonesia kelak. Tidak hanya itu, Roy Suryo mengingatkan kepada pemuda Indonesia untuk tidak melupakan sejarah, khususnya sejarah Sumpah Pemuda. “Lupakan yang negatif, kita harus melihat ke depan. Kalau ada yang mengatakan lupa, kita ingatkan. Jadi saya harapkan kepada pemuda dengan semua organisasinya itu akan bangkit dan membuat bangsa ini besar. Saya sangat percaya, negara ini bisa menjadi besar kembali,” jelasnya.

“Kita berharap generasi muda melawan lupanya, tidak boleh lupa terhadap semua ini. Jadi kunjungan saya ke sini bersama Kemenpora dan para pengurus dari Tamansiswa dan Majelis Luhur serta pamong, para senior, para adik-adik adalah untuk mengingatkan kembali sejarah,” pungkas Roy Suryo.[p]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *