Membumikan Media Lewat Hadiah

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Sabtu (28/9) pagi di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH) Universitas Gadjah Mada (UGM) tercium aroma jurnalis di hati pengunjung. Tulisan berbau ketegasan, “Buruh pers! Jurnalis harus sejahtera…” menghiasi bilik-bilik bambu yang berjajar rapi. Pada salah satu sudut bilik tersebut, segerombol orang tampak mengerumuni layar televisi. Pandangannya juga tertuju pada sosok yang sedang menikmati sorotan kamera yang ada di depannya. Terik matahari yang menyengat ubun-ubun tak lantas membuat mereka beruraian. Mereka tetap asyik menikmati siaran langsung berita Voice of Amerika (VOA) yang membuka stan di Festival Media II Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia.

Stan VOA merupakan salah satu stan yang ikut berpartisipasi memeriahkan Festival Media yang digelar kali ke dua ini. Selain VOA, berbagai media cetak, media daring dan radio yang ikut ambil bagian menambah meriahnya acara yang digelar Sabtu-Minggu (28-29/9) ini. Stan VOA merupakan salah satu stan yang paling banyak diminati oleh para pengunjung Festival Media II pada hari pertama. Bingkisan yang telah disiapkan VOA khusus untuk para pengunjung menjadi magnet utama. Mereka cukup berakting menjadi penyiar VOA yang sedang menyiarkan acara Festival Media II langsung dari Yogyakarta. Selesai bersimulasi di depan sorotan kamera, mereka akan mendapat bingkisan tas yang berisi topi, stiker, blocknote, kaos dan juga radio mini.

Tak hanya masyarakat yang memenuhi area kegiatan, Raja Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), usai membuka acara Festival Media II menyempatkan diri untuk ikut merasakan atmosfer siaran VOA. Kehadiran Sri Sultan Hamengkubuwono X ini langsung membuat pengunjung menjadi lebih antusias mencobas merasakan menjadi reporten VOA.

Pengunjung begitu antusias dengan acara tersebut. Tak lebih dari satu jam sudah puluhan pengunjung yang mengantri ingin menjajal kemampuan menjadi presenter VOA. Direktur VOA, Frans Padak Demon, sangat berbahagia karena acara yang diadakan dapat menarik pengunjung. “Dengan berpartisipasi di Festival Media II ini kami ingin memperkenlkan VOA dengan cara menantang mereka mencoba menjadi presenter, jadi sebenarnya ini salah satu cara memperkenalkan VOA Indonesia ke masyarakat Yogyakarta,” terang Frans.

Tak hanya VOA, riuh penonton yang juga menjadi peserta juga terjadi di stan Radio Swaragama FM yang berada persis di samping stan VOA. Swaragama FM juga menantang pengunjung untuk mencoba menjadi penyiar radio. Seperti VOA, Swaragama FM juga memberikan bingkisan berupa flashdisk kepada pengunjung yang sudah mencoba menjadi penyiar radio. Hasi rekaman siaran peserta pun dapat dinikmati karena akan disertakan dalam flashdisk yang diberikan. Bimo, penyiar Radio Swaragama FM menuturkan bahwa dengan konsep ‘Radio Presenter Wanna Be’ ini para penyiar Radio Swaragama FM berharap banyak masyarakat yang makin tertarik pada dunia jurnalistik. “Adanya acara ini supaya mereka mengerti bagaimana menjadi seorang pembaca berita dan juga orang-orang akan makin tahu Swaragama FM,” terang Bimo.

Lain hal dengan yang diadakan oleh Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) yang bekerjasama dengan Sustainable Consumption and Production (SCP). Berbagai games dan lomba menjadi andalan mereka untuk mensosialisasikan gerakan cinta lingkungan dan hemat energi. SPC membawa pengunjung agar mengerti mengenai produk-produk yang aman dikonsumsi serta ramah lingkungan. “Ada lomba Konspirasi, pertama kita beritahu produk-produk aman dikonsumsi, setelah itu mereka membuat komentar bertemakan lingkungan dan direkam menggunakan handycam dalam durasi 30 detik. Hadiah juga bertebaran di stan ini, mulai dari stiker, mug, tas hingga hadiah uang senilai 750 ribu,” papar Anisa, anggota LKY.

Berbeda lagi yang dilakukan oleh stan dari media daring merdeka.com, media yang setahun ini gencar melakukan promosi. Pitta Sekar, marketing merdeka.com mengunkapkan bahwa merdeka.com membagikan T-Shirt dan stiker dengan persyaratan pengunjung harus mem-follow akun Twitter merdeka.com dan mengisi database yang berisi alamat email.

Berbagai macam cara dilakukan demi promosi kepada para pengunjung. Dalam Acara Festival Media Yogyakarta ini banyak media pers berharap agar lebih dekat dengan masyarakat. Festival Media ini juga diharapkan bisa memperkenalkan dunia jurnalis kepada masyarakat.[p]

 

*Merupakan salah satu tulisan yang diikutsertakan pada Lomba Penerbitan Festival Media II 2013 yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia

Satu tanggapan untuk “Membumikan Media Lewat Hadiah

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *