Kuliah Umum Teknik Sipil: Pengembangan Teknologi Jalan Raya

suasana kuliah umum prodi teknik sipil UST yang dilaksanakan pada hari Kamis (2/10). | foto: Afri
Suasana kuliah umum prodi teknik sipil UST yang dilaksanakan pada hari Kamis (2/10). | foto: Afri

Program Studi (Prodi) Teknik Sipil Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) mengadakan kuliah umum dan pengembangan kurikulum bertemakan “Pengembangan Teknologi Jalan Raya” pada hari Kamis (2/10). Kegiatan yang dilaksanakan di kampus pusat UST Jl. Kusumanegara  121 Yogyakarta ini diwajibkan untuk diikuti oleh semua mahasiswa prodi Teknik Sipil. Kuliah umum tersebut menghadirkan dua narasumber yaitu Ir. Usman Wiryanto sebagai Tenaga Ahli Konsultan Perencana Jalan dan Pengurus Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kemudian pembicara yang kedua adalah Ir. Devi Alvitra Chandra, M.T.selaku Direksi Pejabat Pembuat komitmen Bina Marga Kementerian Kejra Umum Wilayah V DIY.

Dalam sambutannya, Ki Hadi Pangestu Rihardjo,  S.T,  M.T. selaku Wakil Rektor III  sedikit menjelaskan tentang penguna jalan raya yang semakin bervariasi dari tahun ke tahun  Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) semakin mengembangkan jalan layang dan pembuatan jalan semakin mudah akan tetapi perawatan jalan juga semakin tinggi. Ir. Iskandar Sayin, S.T, M.T., Wakil Dekan Fakultas Teknik dalam sambutan  juga menyampaikan bahwa DIY sudah mampu dalam bidang teknologi maupun staf tenaga ahli. Hal ini dikarenakan jalan sudah terlalu padat sehingga penguna jalan harus mengimbangi dengan adanya jalan baru bisa mempermudah penguna jalan dan bertahan 30 tahun ke depan.

Ir. Usman Wiryanto dalam materinya menekankan cara perbaikan jalan yang kadang keliru  “Melihat kondisi jalan yang bergelombang dan berlobang jangan langsung di tempel tetapi harus di bongkar terlebih dahulu. Kepadatan maksimum kondisi tanah harus di uji sebelum penimbunan dan meratakan material sehingga aspal bagus” terangnya. Selain itu dalam materi kedua Ir. Devi Alvitra Chandra, M.T. mengingatkan untuk tidak membuang pondasi lama jalan “kondisi pondasi lama tidak dibuang begitu saja. Salah satu solusinyadidaur ulang dan menambahkan kekurangan pondasi jalan,” pungkasnya.