Lelah, Maba Pingsan

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Selasa (24/9), Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) melaksanakan kegiatan pembekalan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) dengan melibatkan 2.516 mahasiswa baru (maba) tahun akademik 2013/2014 yang bertempat di halaman kampus pusat UST. Acara pembekalan Ospek tersebut dimulai pukul 06.00WIB. Dalam pembukaannya, Ki Sutikno menjelaskan tentang trilogi kepemimpinan seperti ajaran Ki Hadjar Dewantara, “Ing ngarso sung tulodho, ing madya mangun karso, tut wuri handayani. Di depan memberi contoh di tengah memberi semangat di belakang memberi dorongan,” jelasnya. Setelah pembukaan dari ki Sutikno, kegiatan berlanjut ke pembekalan dari panitia mengenai perlengkapan Ospek.

Kegiatan Ospek yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB berakhir pada pukul 18.00 WIB. Dalam rentang waktu tersebut, kegiatan yang berlangsung hanyalah ceramah dan pengarahan dari panitia Ospek. Beberapa maba mengaku lelah karena harus duduk dan mendengarkan dalam kurun waktu yang cukup lama, sehingga beberapa maba mulai ambruk.

Pada hari Senin (23/9) maba yang sakit dan pingsan berjumlah 6 orang. Sedangkan pada hari Selasa (24/9) meningkat, maba yang pingsan, sesak napas, dan pusing berjumlah 20 orang. Susanti, salah satu anggota Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) mengungkapkan alasan mengapa banyak maba yang pingsan. “Maba kebanyakan belum sarapan dan ada juga penyakit bawaan,” jelasnya. Obat-obatan yang disediakan P3K seperti 1 strip parasetamol, 1 set minyak kayu putih, dan manisan didapat dari apotik dan tambahan dari anggota P3K. “Tetap semangat menjalankan dan mengikuti ospek hingga selesai,” ucap Fitrono mahasiswa baru fakultas Seni Rupa.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *