Sistem Offline, Pembayaran SPP Tetap Diperpanjang

Antrian yang mengular tampak terjadi di Bank BNI 46 Kantor Cabang Pembantu (KCP) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) pada Kamis siang (15/8). Antrian untuk pembayaran SPP Tetap mahasiswa UST tersebut bahkan terjadi hingga keluar pintu bank. Akan tetapi menjelang akhir masa pembayaran SPP Tetap, sistem pembayaran online pada Bank BNI 46 beberapa kali mengalami offline. Sistem yang tak menentu ini pun membuat risau para mahasiswa yang sampai saat ini belum bisa membayar biaya SPP Tetap.

Menurut pengakuan Nanang, Teller Bank BNI 46 KCP UST Kusumanegara, offline-nya sistem pembayaran biaya pendidikan universitas pada hari ini, Kamis (15/8), dimulai pukul 10.00 WIB. “Sistem pembayaran mulai offline sekitar pukul 10.00 WIB pagi tadi karena tidak bisa terhubung dengan koneksi internet,” terang Nanang.

Sementara itu menurut Irvan Ardianto S., mahasiswa Pendidikan Matematika yang ikut antri membayar di Bank BNI 46 KCP UST, pada Rabu (14/8) kemarin sistem pembayaran juga sempat offline dari pagi dan kembali online pada pukul 14.00 WIB. “Karena antrian yang panjang, akhirnya saya ke Bank BNI 46 di titik 0 km, tetapi di sana malah offline,” kata Irvan.

Menyikapi kendala sistem yang tiba-tiba offline ini, Bank BNI 46 KCP UST pun tetap menerima pembayaran mahasiswa meskipun sistem dalam kondisi offline. Penerimaan pembayaan itu dilakukan dengan sistem titipan dimana mahasiswa menyetor uang dengan menyertakan identitas diri dan Nomor Induk Mahasiswa (NIM). Kemudian pembayaran akan di-input apabila sistem sudah online lagi.

Menurut Drs. Veator Renyaan, M.Pd., penyebab sistem pembayaran yang tiba-tiba offline merupakan gangguan dari pihak bank sendiri. “Jadi sistem banknya yang bermasalah sehingga sistem pembayarannya tiba-tiba offline,” jelas Ki Renyaan. Dhatu Kartiyasa, SE,Akt., Kepala sub bagian (Kasubbag) Akuntansi Biro Administrasi Umum (BAU) UST, menjelaskan bahwa hampir setiap kampus juga terjadi hal seperti itu, yakni sistem yang tiba-tiba offline. “Mungkin karena setelah libur lebaran sehingga terjadi penumpukan pembayaran yang mengakibatkan sistem seperti itu,” lanjut Ki Dhatu. Karena sistem yang tak menentu tesebut, akhirnya masa pembayaran SPP Tetap yang sedianya ditutup Jumat (16/8) diperpanjang hingga tanggal 22 Agustus 2013.

Menurut Ki Dhatu, jumlah mahasiswa lama yang sudah membayar SPP Tetap sampai saat ini baru sekitar 2.500 mahasiswa. “Baru sekitar separuh dari jumlah mahasiswa lama. Melihat itu juga akhirnya pimpinan memperpanjang masa pembayaran. Mungkin juga karena faktor libur lebaran membuat mahasiswa yang membayar baru sejumlah itu,” terang Ki Dhatu.[p]