Peduli, Mahasiswa Datangi Dialog Terbuka

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Kepedulian datang dari sebagian mahasiswa FKIP UST, terbukti dengan partisipasi mahasiswa dari berbagai jurusan di Kampus III dalam dialog di ruang 208 PBI pada Rabu (1/5) pukul 15.00 WIB. Dialog tersebut terselenggara atas prakarsa Lembaga Kemahasiswaan FKIP dan Universitas.

Dalam hal ini, Agung selaku sekretaris MMU memberikan penjelasannya mengenai asal-usul aksi 24 April silam (Baca: Lagi, Tuntutan Mahasiswa). “Kami mendapat keluhan dari mahasiswa, kami sudah melayangkan surat ke Rektor namun tidak ada tanggapan. Selanjutnya timbullah aksi dengan melahirkan 12 tuntutan. Kemudian hasil dari aksi kemarin ialah diikutsertakannya mahasiswa yang belum membayar untuk mengikuti ujian.”

Timbul pertanyaan dari peserta tentang aksi anarkis dari para pendemo. Pertanyaan ini dijawab langsung oleh Agung bahwa dirinya menjamin tidak ada aksi anarkis karena kami dilingkari tali demokrasi. Menurutnya hal itu hanya cara Rektor untuk memperkeruh suasana dengan menggunakan politik praktis. Namun, pernyataan yang diungkapkan Agung berbanding terbalik dengan pernyataan yang diungkapkan Dulhamin Arif selaku Ketua MMFKIP beberapa waktu lalu. (Baca: Mahasiswa Menuntut, Dosen Mogok Beri Bimbingan)

Salah satu mahasiswa PGSD menyatakan kekecewaannya terhadap dampak dari aksi 24 April silam. Pasalnya beberapa dosen pembimbing menyatakan pengunduran dirinya dalam membimbing skripsi sehingga merugikan mahasiswa semester akhir. Salvin, mantan Ketua MMFKIP Periode 2011-2012 menjawab, “Sebagian besar dosen belum punya SK sebagai pembimbing. Sebelum kami melakukan aksi, Warek IV sudah menghubungi Dekan FKIP untuk pengunduran dirinya melalui telepon. Yang telah mengundurkan diri secara resmi hanya Bu Trisharsiwi.”

Ketua MMU, Ari Tri Wahyudi pun menambahkan bahwa dirinya telah menemui dosen yang mengundurkan diri untuk rasionalisasi tentang pengunduran dirinya dan ternyata pengunduran diri merupakan instruksi dari pimpinan. Arnold selaku wakil ketua MMU menegaskan bahwa semua anak lembaga sudah membayar biaya kuliah dan yang dilakukan semata-mata untuk kepentingan bersama.

“Kami telah menemui ketua KKN. Bagi pembimbing KKN yang mengundurkan diri maka akan dapat dosen pengganti. Jika tidak ada maka ketua KKN sendiri yang akan membimbing. Bagi dosen pembimbing skripsi, mengundurkan diri merupakan hal yang tidak bertanggung jawab,” kata Agung.

Selanjutnya, MMU mengumumkan akan melakukan dialog dengan semua pihak tanggal 13 Mei mendatang. Diharapkan mahasiswa dapat datang untuk beraspirasi.[p]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *