Lagi, Tuntutan Mahasiswa

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

seorang mahasiswa tengah mengikuti aksi demo sembari membawa kertas yang berisi salah satu tuntutan | foto: Desi
seorang mahasiswa tengah mengikuti aksi demo sembari membawa kertas yang berisi salah satu tuntutan | foto: Desi

Suara mahasiswa kembali bergema dalam aksi mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) pada rabu (24/4). Mahasiswa yang ikut aksi berpendapat bahwa kampus tidak pantas dijadikan sebagai ladang bisnis dan menuntut kebijakan kampus yang dirasa merugikan mahasiswa.

Semua tuntutan tersebut terangkum dalam 12 tuntutan mahasiswa. Diantaranya mengenai KKN, penerjunan PPL II, skripsi, ekstrakurikuler pramuka, akreditasi, transparansi biaya, akses internet, fasilitas serta penghapusan politik balas budi.

Berangkat dari kampus FKIP dan berakhir di rektorat kampus pusat UST. Sembari menuju kampus selanjutnya mereka bersenandung lagu Tamansiswa, serta mengangkat spanduk-spanduk protes.

Menanggapi aksi dari mahasiswa, Ki Rusdian selaku Dekan FKIP menyampaikan “Hendaknya dalam menyampaikan aspirasi ke pihak pusat dengan cara intelektual.” Ki Pardimin sependapat dengan pernyataan dari Ki Rusdian, dan meminta perwakilan dari mahasiswa untuk musyawarah dengan pihak rektorat.

4 tanggapan untuk “Lagi, Tuntutan Mahasiswa

  • 25 April 2013 pada 22:54
    Permalink

    Perlu diperjelas definisi Intelektual menurut ki Pardimin dan Ki Rusdian… Biar bisa didiskusikan lebih lanjut…

    Balas
  • 30 April 2013 pada 08:51
    Permalink

    pendidikan memang bukan ladang bisnis,bukan berarti pendidikan TIDAK BUTUH BIAYA. apalagi univ swasta. mau demo boleh asal yang bener aja caranya,jgn jadi “preman”,tamansiswa gak ngajarin kyk gitu.

    Balas
  • 2 Mei 2013 pada 16:13
    Permalink

    ki hadjar mengajarkan itu, bahwa menetang segala ketidak adilan adalah wajib hukumnya.

    mau nya di bodohi.

    Yayasan tidak menaikan biaya secara ngawur itu ucapmu.

    baiklah skarang kita hitung hitungan kasar dan cara anak SD yang baru mengenal matemati

    ambil misal yang kuliah di UST, Seluruh angkatan 5000 (Lima Ribu
    mahasiswa) satu mahasiswa dalam satu semester harus membayar Dua juta.
    belum sumbangan tiap 2 semester sekali para maba di awal masuk yang bisa
    mencapai sepuluh juta permahasiswa.

    5000 X 2.000.000 = 10.000.000.000. (Sepuluh Miliar/6bulan atau satu semester)
    pemasukan bersih dari mahasiswa.

    Pengeluaran wajib.
    1. bayar pajak gedung dan ATK: kita anggarkan
    setengah Milyar Kira kira cukup tidak? Oke setengah Milyar kita
    anggarkan buat bayar pajak, dan ATK selama satu semester. cukup lah ya.
    saya kira lebih dari cukup
    2. buat gaji pegawai yayasan dan UST kalau
    satu bulan Dua juta saya rasa per pegawai sangat besar. karena setahu
    saya para pegawai banyak yang dibodohi dengan dibayar sangat rendah. oke
    2.000.000 X 100 X 6 = 600.000.000. Baru enam ratus juta. untuk seratus
    pegawai kalau 200 pegawai baru satu koma dua milyar.
    3. untuk kegiatan mahasiswa kunjungan dinas, plus lain lain kita anggarkan 2 milyar

    sekarang kita TOTAL SEMUA PENGELUARAN 3,7 MILYAR. BERARTI KAMPUS MASIH PUNYA UNTUNG BERSIH 10 kURANG 3,7 = MASIH 6,3 MILYAR.

    LALU KEMANA UANG KAMI YANG 6,3 MILYAR PER SEMESTER. MASIH KURANG.
    kalau satu tahun ada berapa milyar belum ditambah SUMBANGAN TRI DARMA.

    jika Ki Hadjar hidup lagi maka dia akan menangis sampai nangis darah
    dan kemudian mati Kembali. KARENA MELIHAT TAMANSISWA DIJADIKAN AJANG
    BISNIS, DEMI UANG SEMATA MATA UANG. padahal tamansiswa didirikan untuk
    SEKOLAH RAKYAT

    CAM KAN ITU, JANGAN BODOHI KAMI MAHASISWA

    Balas
  • Pingback: Peduli, Mahasiswa Datangi Dialog Terbuka | PENDAPA Cyber Media | Situs Berita Kampus UST Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *