Diskusi HMJ PTK Demi Akreditasi

Berawal dari keresahan mahasiswa program studi (prodi) Pendidikan Teknik Mesin (PTM) tentang akreditasi yang masa berlakunya sudah kadaluarsa. Setelah diklarifikasi melalui website Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) ternyata akreditasi prodi PTM sudah kadaluarsa sejak 7 September 2012. Wisuda mahasiswa prodi PTM yang seharusnya dilaksanakan pada bulan Mei pun akhirnya ditunda. Hal inilah yang mendorong Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik dan Kesejahteraan Keluarga (HMJ PTK) untuk menyelenggarakan diskusi menuntut penuntasan masalah akreditasi pada hari Senin (18/3).

Diskusi tersebut dihadiri Wakil Rektor (Warek) II, Warek III, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Kepala Program Studi (Kaprodi) PTM serta Lembaga Kemahasiswaan lingkup FKIP. Diskusi pun membahas strategi ke depan demi tercapainya akreditasi prodi PTM yang lebih baik. Tidak dapat dipungkiri bahwa fasilitas, sarana prasarana, tenaga pengajar, dan karyawan sangat menetukan kelayakan dalam penilaian akreditasi dari Tim Assesor atau penilai akreditasi.

“Kalau fasilitasnya kayak gini terus, ya nggak ada perbaikan. Mahasiswanya kurang aktif dalam kegiatan yang membangun, gimana akreditasi PTM akan meningkat lebih baik?” ungkap Saleh selaku Ketua Panitia diskusi sekaligus Ketua HMJ PTK. Saleh pun menambahkan bahwa hal itulah yang memotivasi para aktivis mahasiswa HMJ PTK untuk mengajukan surat perjanjian yang sudah disepakati Dekan dan Kaprodi untuk segera membenahi dan mengurus proses akreditasi terhitung 30 hari sejak diskusi dilaksanakan, terlebih dalam hal fasilitas dan kualitas tenaga pengajar.

Saleh berharap dengan dilaksanakannya diskusi ini semoga dapat memotivasi pihak-pihak birokrat kampus demi akreditasi JPTK yang lebih baik. “Apabila kesepakatan tersebut tidak terealisasi maka mahasiswa prodi PTM akan menuntut lewat aksi, bahkan akan berusaha melengserkan Kaprodi PTM,” pungkas Saleh. [p]