PIKM IMPACT Dewantara, sayap Posdaya

Kebun Bersama yang diselenggarakan PIKM IMPACT Dewantara UST di dusun Ngijo, Bantul pada Selas (12/3)
Kebun Bersama yang diselenggarakan PIKM IMPACT Dewantara UST di dusun Ngijo, Bantul pada Selasa (12/3)

Harapan baru bagi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) untuk melebarkan sayap kian nyata. Pasalnya, telah dibentuk suatu wadah baru bagi mahasiswa yang berminat dalam bidang Posdaya. Wadah tersebut bernama Pusat Informasi Konseling Mahasiswa – Intelegensi Muda Penerus Ajaran Tamansiswa Dewantara (PIKM IMPACT Dewantara) yang terbentuk pada November 2012. PIKM IMPACT Dewantara berada di bawah naungan Lembaga Pemberdayaan Sumber Daya (LPSD) UST. Recruitment awal yang berhasil menjaring 55 orang menunjukkan bahwa minat mahasiswa pada PIKM IMPACT Dewantara tergolong tinggi.

Rianiate Manik selaku Ketua PIKM IMPACT Dewantara menjelaskan bahwa yang menjadikan PIKM IMPACT Dewantara berbeda dengan yang lain adalah program kerjanya. PIKM IMPACT Dewantara tidak hanya mencakup kesehatan produksi seperti 12 PIKM lainnya di Yogyakarta, akan tetapi mencakup 4 pilar yaitu lingkungan, kewirausahaan, pendidikan, dan kesehatan. “Dari setiap divisi itu dikoordinatori oleh teman-teman dari setiap fakultas sesuai bidangnya, meskipun tidak menutup kemungkinan teman lain berkecimpung  dalam divisi yang diminati,” tambah mahasiswa Psikologi semester VIII ini.

Rianiate Manik menjelaskan bahwa PIKM IMPACT Dewantara menggelar pertemuan bagi anggota sebulan sekali untuk belajar bersama mengenai apa yang telah didapatkan, meliputi body language, body image, dan bagaimana cara menjadi seorang konsultan. PIKM IMPACT Dewantara dalam waktu juga akan menggelar recruitment baru bagi yang berminat menjadi anggota.

Mengenai publikasi, PIKM IMPACT Dewantara sudah dikenal oleh forum komunikasi PIKM se-Yogyakarta, terbukti dengan sering mendapat undangan dari provinsi dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). “Kita sudah dipercaya untuk kepala divisi pemberdayaan masyarakat dan akan ada road to PIKM,” tutur Ria, sapaan akrab Rianiate. Meskipun termasuk PIKM paling muda di Yogyakarta, PIKM IMPACT Dewantara tetap optimis dalam mengikuti seleksi sebagai duta mahasiswa Genre (generasi berencana) se-Indonesia yang dipimpin langsung oleh BKKBN pada bulan April. PIKM IMPACT Dewantara berharap bisa melalui seleksi tingkat provinsi dari 13 PIKM se-Yogyakarta.

Pada Selasa (12/3), PIKM IMPACT Dewantara menjalankan salah satu programnya yaitu Kebun Bersama berupa penanaman pohon pisang raja di Dusun Ngijo, Bantul. Sebelum program penanaman pohon pisang di kebun bersama dilaksanakan, diadakan sarasehan bersama warga tentang lingkungan. Program kerja PIKM IMPACT Dewantara lebih aktif dalam kegiatan Posdaya, hal ini terbukti dari beberapa desa yang meminta untuk dibina. “Tanggal 15 kami juga akan on air di TVRI Jogja untuk acara Plengkung Gading membahas lingkungan. Dalam waktu dekat kita akan bangun PIKR, yaitu Pusat Informasi Konseling Remaja,” terang Ria. [p]