Merajut Pengalaman Bersama Transcorps

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Suasana shooting acara 'Bukan 4 Mata' Trans 7 pada Rabu (27/2). Foto: Romdlon
Suasana shooting acara ‘Bukan 4 Mata’ Trans 7 pada Rabu (27/2). Foto: Romdlon

Selasa (26/2), rombongan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) melakukan kunjungan ke Jakarta. Kunjungan ini dalam rangka memenuhi undangan Transcorp Jakarta untuk menjadi audience acara live ‘Bukan 4 Mata’ yang merupakan salah satu acara unggulan di stasiun televisi Trans 7. Rombongan berangkat dari UST ke Jakarta pukul 13.30 WIB dengan menggunakan bus baru UST yang berukuran sedang. Rombongan UST melalui jalur selatan menempuh waktu sekutar 13 jam untuk sampai di Jakarta.

Sesampainya di Jakarta, Rabu (27/2), agenda pertama yang dilakukan adalah kunjungan ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Di sana, rombongan UST mengunjungi anjungan nusantara yang merupakan miniatur ruman adat serta kebudayaan setiap provinsi yang ada di Indonesia. Momen kunjungan ke berbagai rumah adat di Indonesia tersebut sekaligus digunakan untuk pengambilan gambar UST dalam rangka pembuatan trailler video ‘Satu Nusa Satu Bangsa’ UST garapan Ki Sutikno. Menurut Ki Sutikno, trailler video ‘Satu Nusa Satu Bangsa’ ini merupakan salah satu cara untuk menunjukkan bahwa mahasiswa UST berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Selesai mengunjungi berbagai anjungan nusantara, rombongan beranjak menuju ke Sky Lift, salah satu wahana permainan yang ada di TMII. Sky Lift ini membawa para peserta kunjungan menikmati keindahan TMII dari udara.  Dengan Sky Lift para rombongan juga dapat melihar miniatur pulau-pulau di Indonesia dengan jelas dari atas.

Usai menimati keindahan TMII, rombongan melanjutkan perjalanan ke tempat transit sekaligus kunjungan ke kantor ‘C.P.I. Japan’ yang juga merupakan kantor Pusat Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia-Jepang (PPKIJ) yang berada di daerah Mampang, Jakarta, tak jauh dari Studio Transcorps. Di PPKIJ inilah para rombongan melakukan persiapan sebelum berkunjungan ke Trans 7.

Waktu menunjukkan pukul 18.30 WIB, para peserta kunjungan ke Transcorps pun bersiap-siap menuju studio 9 Trans 7. Jarak yang lumayan dekat dari kantor C.P.I. Japan ke Studio Transcorp harus ditempuh puluhan menit karena padatnya kendaraan di jalan raya yang memang berbarengan dengan jam pulang kerja. Waktu perjalanan ke studio Transcorps itu pun dimanfaatkan untuk mempersiapkan yel-yel untuk acara tersebut. Sesampainya di area Studio Transcoprs, rombongan UST pun masih harus menunggu sampai waktu acara karena saat itu studio 9 masih digunakan untuk shooting program lainnya.

Sekitar pukul 21.15 WIB, para audience acara ‘Bukan 4 Mata’ termasuk rombongan UST dipersilakan memasuki studio 9 untuk persiapan live acara tersebut. Berbagai persiapan pun masih dilakukan sebelum dimulainya acara live ‘Bukan 4 Mata’. Salah satu kru ada yang memberi arahan kepada audience tentang berbagai hal seperti cara menjawab sapaan presenter ‘Bukan 4 Mata’, Tukul Arwana, gerak tangan saat menjawab sapaan Tukul dan masih banyak arahan lainnya.

Beberapa menit sebelum acara dimulai, Tukul Arwana pun masuk panggung dan menyapa para audience. Tak lupa Tukul pun mencoba mengetes semangat penonton dengan slogan andalan acara tersebut.

Mengangkat tema “Back to Eighty”, Tukul pun mengundang beberapa bintang tamu seperti Nia Daniati yang didampingi suaminya Farhat Abbas, Christine Panjaitan, dan Ita Purnamasari yang merupakan penyanyi lawas era 80-an.

Sebelum masuk pertanyaan tentang tema, Tukul terlebih dahulu menanyai Farhat Abbas terkait seringnya menggunakan sepatu yang berwarna mencolok. Farhat pun menjawab bahwa dirinya memang sengaja menggunakan sepatu yang mencolok agar mudah diingat oleh masyarakat saat melakukan kunjungan di daerah. Tukul pun tak lupa menyinggung beberapa kicauan Farhat di twitter yang mengundang banyak perhatian. “Omongan saya kan lebih banyak benarnya dari pada tidak benarnya. Tapi mungkin cuma tentang tata caranya saja. Kalau terhadap artis bugil atau berzina pasti kritik saya agak keras. Dengan artis yang memakai narkoba juga begitu,” ungkapnya saat itu.

Terkait tema, co-host ‘Bukan 4 Mata’, Peppy mangungkapkan bahwa ketiga penyanyi lawas yang diundang saat itu merupakan penyanyi dengan kualitas suara yang konsisten dari awal karier sampai saat ini. Peppy pun menanyakan kiat yang dilakukan ketiga penyanyi untuk menjaga kualitas suara tersebut.

Nia Daniati mengungkapkan bahwa sejak kecil dirinya memang diwajibkan skiping oleh ibunya setiap hari sebanyak 500 kali. Inilah yang menjadi kiatnya untuk menjaga kualitas suara dan nafas yang panjang. “Kalau saya berhenti pada hitungan dua ratus atau tiga ratus pasti saya dimarahi dan dicubit ibu,” ungkapnya. Hal yang tidak jauh berbeda pun diungkapkan Ita Purnamasari dan Christine Panjaitan.

Pada sesi selanjutnya, Tukul menanyakan tentang lagu-lagu yang dibawakan Christine Panjaitan kala itu selalu terselip nasehat untuk para pendengarnya. Christine mengungkapkan bahwa dirinya juga heran kenapa produsenya, Rinto Harahap, selalu memberikan lagu yang seperti itu dan tidak pernah memberikan lagu yang mendayu-dayu yang bertemakan cinta.

Meskipun waktu semakin larut malam, para audience tetap antusias mengikuti berbagai bahasan tema. Audience pun masih begitu semangat dan merespon tingkah Tukul yang menarik gelak tawa.

Kunjungan ke Jakarta dan mengikuti proses shooting live acara ‘Bukan 4 Mata’ memberikan banyak pelajaran dan pengalaman baru bagi pesertanya. Seperti yang diungkapkan salah satu peserta kunjungan Ferlianti Fitria Habibi, mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar semester VIII. Menurutnya, kunjungan ke Transcorps sangat menyenangkan dan memberikan banyak pelajaran tentang dunia entertainment.

“Terutama caranya menjadi sesuatu yang aneh dari biasaanya karena sesuatu yang aneh bisa menjadi sorotan,” ungkapnya. Menurut Lia, panggilan akrab Ferlianti, banyak juga yang bisa diambil dalam acara live ‘Bukan 4 Mata’ seperti bagaimana cara kerjanya serta bagaimana cara menghidupkan penonton.

Hal yang serupa juga diungkapkan Wisnu Qomarudin Yusuf, peserta perwalian Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka. Menurut Wisnu, acara live ‘Bukan 4 Mata’ benar-benar memberikan pengalaman baru baginya, terutama tentang bagaimana cara shooting serta bagaimana seorang kameramen mengambil sudut pandang gambar karena kameranya juga tidak hanya satu. “Di sana kita juga tahu jika acara break iklan kegiatannya apa saja. Ternyata persiapan dan peserta juga diberi hiburan seperti penampilan seorang penyanyi,” kata Wisnu. [p]

Satu tanggapan untuk “Merajut Pengalaman Bersama Transcorps

  • 8 Maret 2013 pada 09:03
    Permalink

    saya juga nonton acara tersebut, tapi ga sampai slesai.. hheheheh ketiduran sie…

    bravo tuk UST.. 🙂

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *