Ki Andri: Intinya Pembayaran Sudah Online

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Simpang siur informasi prosedur pembayaran SPP tetap mewarnai proses pembayaran SPP tetap semester genap tahun ajaran 2012/2013. Informasi awal pembayaran SPP dapat dilakukan secara online di seluruh cabang BNI 46, namun ada pengumuman susulan yang membatalkan pembayaran online tersebut. Pengumuman tertanggal 15 Februari 2013 No. 15/UST/Warek-2/II/2013 isinya adalah pemberitahuan pembatalan pembayaran online, hal ini dikarenakan Bank BNI 46 tengah mengalami gangguan teknis, maka Student Payment Center (SPC) belum dapat dilaksanakan dan masih akan menggunakan metode pembayaran manual sebagaimana semester sebelumnya. Akan tetapi dalam pelaksanannya, mulai hari Senin (18/2), mahasiswa sudah dapat membayar SPP tetap di seluruh cabang BNI 46. Tak ayal terjadi kebingungan dari pihak mahasiswa.

Wakil Rektor II, Andri Waskita Aji, S.E., M.Sc., Ak. menanggapi kesimpangsiuran informasi tersebut, pihak universitas sudah bekerjasama dengan BNI. Sementara itu Memorandum of Understanding (MoU) untuk SPC sudah ditandatangani Rektor sejak bulan Oktober. Hal tersebut mengisyaratkan bahwa dengan ditandatangani MoU itu artinya pihak universitas sudah bekerjasama untuk pelaksanaan pembayaran via bank. “Nah, artinya kesepakatan kedua belah pihak sudah sama-sama artinya saling menyiapkan diri. Kita menyiapkan server, data dan software  kita” jelas Ki Andri.

Menurut Ki Andri, pelaksanaan kerjasama tersebut cukup rumit. Dalam bayangan Ki Andri, pelaksanaannya hanya sekedar pemasukan data ke BNI. Dalam kenyataannya lebih rumit dari yang dibayangkannya. Pemasukan data di pusat BNI berlanjut ke server BNI, kemudian dibagikan ke seluruh cabang BNI di Indonesia. Hingga hari Minggu (10/2), yaitu minggu terakhir sebelum pembayaran SPP Tetap, proses pemasukan dan pembagian data tersebut masih berjalan sebagaimana mestinya. Namun, sejak hari Rabu (13/2), komunikasi pihak universitas dengan pihak BNI mengalami blank.

“Cabang di sini pun ndak bisa apa-apa bahkan cabang di UGM yang cabang besarpun ndak tahu sama sekali. Dia hanya punya marketingnya saja. Nah, marketing itu akhirnya juga nggak bisa bilang apa-apa,” terang Ki Andri.

Pihak BNI pun meminta maaf karena blank komunikasi tidak hanya terjadi di UST saja, dari BNI pusat di Jakarta juga mengalami blank. Menurut penjelasan Ki Andri, masalah teknis yang terjadi adalah penggabungan vendor penyedia software dari kedua belah pihak, sehingga nantinya sudah ada jaringan yang disiapkan.

Hingga Jum’at (15/2) pukul dua, belum ada kabar dari pihak BNI. Menurut kontrak kerjasama, informasi akan datang pukul setengah dua. Karena tidak ada informasi hingga pukul empat, maka Ki Andri melaporkan hal tersebut pada rektor. ”Ya sudah daripada beresiko. Toh kalau mahasiswa nanti harus kembali kesini kan biasanya mereka tahunya seperti itu. Tidak ada salahnya” jelas Ki Andri.

Ki Andri kemudian membuat surat edaran yang mengumumkan bahwa prosedur pembayaran SPP tetap kembali seperti semester sebelumnya. Pembuatan surat edaran tersebut tidak serta merta, Ki Andri menghubungi BNI cabang UGM terlebih dahulu, menurutnya, apabila tidak ada penjelasan, maka MoU akan disomasi. Akan tetapi setelah dijelaskan oleh pihak BNI bahwa ada masalah teknis dan sudah menyiapkan teller untuk melayani SPC. Pihak universitas belum sempat membuat surat edaran selanjutnya untuk menginformasikan bahwa pembayaran dapat dilakukan secara online.

“Sudah dapat dilakukan di teller dan ATM, tapi yang e-banking belum,” ungkap Ki Andri. Menurut kesepakatan kerjasama, pembayaran memang dapat dilakukan lewat teller, ATM dan e-banking seluruh cabang BNI, akan tetapi karena pengelolaan server to server dan pemasukan data melalui virtualaccount belum seratus persen, maka pihak universitas menarik semua surat edaran. “ Tetapi surat untuk FKIP terlanjur tertempel dan terpajang sehingga sudah dilihat mahasiswa. Intinya mahasiwa tahunya sudah online,” pungkas Ki Andri.[p]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *