Terlanjur Membayar Manual, Uang Bisa Kembali

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Proses pelurusan permasalahan pembayaran biaya Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) I atau micro teaching masih terus berlanjut. Banyaknya mahasiswa yang sudah membayar biaya PPL I melalui Tata Usaha Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (TU FKIP) mendapat tanggapan dari Ki Veator Renyaan selaku kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) ketika ditemui tim PENDAPA pada hari Rabu (20/2). Ki Veator Renyaan menjelaskan bahwa pihak TU FKIP mengeluarkan kuitansi manual tanpa sepengetahuan BAAK. “Karena sebetulnya pembayaran PPL I sudah bisa melalui sistem online,” terangnya.

Menanggapi kesimpangsiuran tersebut, Ki Sutriyanto selaku Kepala TU FKIP mengungkapkan bahwa prosedur pendaftaran mahasiswa PPL I harus dilakukan secara cepat untuk melaksanakan pengelolaan data kelompok dan pembagian dosen pembimbing.

Berbeda halnya dengan penuturan Ki Sutriyanto, Ki Veator Renyaan menjelaskan bahwa mahasiswa secara otomatis sudah terdaftar PPL I dengan mengikuti prosedur pembayaran biaya variabel secara online. Sewaktu mengisi KRS online, mahasiswa memasukkan mata kuliah yang akan diambil, termasuk PPL I tanpa pendaftaran manual.

Beberapa mahasiswa merasa kecewa dengan kebijakan pembayaran yang membingungkan. Menanggapi kekecewaan mahasiswa, pihak TU FKIP akhirnya menutup jadwal pembayaran PPL I secara manual mulai hari Rabu (20/2).

Ki Veator Renyaan mengungkapkan prosedur pembayaran biaya PPL I yaitu, mahasiswa melakukan KRS online  dengan memasukkan mata kuliah yang akan diambil oleh mahasiswa termasuk PPL I. Kemudian, mahasiswa membayar semua biaya yang sesuai dengan pengambilan mata kuliah melalui KRS online. Sementara itu, untuk mahasiswa yang sudah terlanjur membayar PPL I secara manual, berhak menghubungi pihak BAAK dengan menunjukkan kuitansi untuk mendapatkan kembali uang pendaftaran PPL I yang telah dibayarkan secara manual.[p]

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *