Ki Renyaan: Kuitansi Manual Sudah Tidak Berlaku

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Pembayaran SPP tetap dan SPP variabel harus tepat waktu. Hal itulah yang diungkapkan Drs. Veator Renyaan selaku Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) ketika ditemui Tim PENDAPA Rabu (20/2). Ki Veator Renyaan menegaskan bahwa pembayaran SPP tetap tidak boleh terlambat, karena apabila terlambat akan dianggap cuti.

Menurut Ki Veator Renyaan, hal tersebut merupakan keputusan dari sistem online Student Payment Centre (SPC). “Kalau tidak (dianggap cuti-red) ya itu ada kebijakan lain dan saya tidak bisa menjawab karena sistem diatur sampai tanggal sekian itu,” ungkap Ki Veator Renyaan. “BAAK hanya mengikuti ketentuan sesuai sistem,” lanjutnya.

Seperti yang dijelaskan oleh Ki Veator Renyaan mengenai prosedur pengambilan PPL I, dapat dilakukan secara online seperti pengambilan KRS online pada umumnya. Pembayarannya pun bersamaan dengan pembayaran mata kuliah yang diambil. Tetapi untuk PPL I nantinya akan mendapatkan kuitansi tersendiri sebagai bukti bahwa mahasiswa tersebut mengambil mata kuliah PPL I. “Cukup datang membayar dengan menyebutkan nama mahasiswa dan NIM. Tidak perlu memakai kuitansi manual, itu sudah tidak berlaku lagi,” pungkas Ki Renyaan.[p]

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *