Ditinggal Liburan, Kampus UST Sepi Mahasiswa

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Tiga kampus Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) terasa lengang tiga minggu terakhir. Tak banyak aktivitas yang ada di Kampus Kebangsaan itu. Kampus 3 yang merupakan kampus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) pun tak jauh beda dengan kampus 1 dan kampus 2. Padahal FKIP merupakan fakultas dengan jumlah mahasiswa terbanyak di UST, bahkan lebih dari setengah mahasiswa UST berasal dari FKIP.

Dari pantauan Tim Pendapa, Jum’at (15/2), parkiran FKIP yang biasanya tidak muat menampung seluruh kendaraan mahasiswa FKIP, pada hari itu tak lebih dari 40 kedaraan yang ada. Sepinya motor pun berbanding lurus dengan banyaknya mahasiswa yang masih di kampus. Hari itu hanya terdapat beberapa gerombol mahasiswa yang ada di kampus 3. Seperti yang terlihat di kompleks ruang kuliah Jurusan pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JPMIPA), hanya ada segerombolan mahasiswa yang duduk-duduk lesehan di depan ruang dosen dan Tata Usaha. Kebanyakan dari mereka datang ke kampus untuk meminta persetujuan pengajuan judul skripsi maupun bimbingan skripsi. Beberapa mahasiswa juga ada yang datang hanya untuk melihat pengumuman-pengumuman. Hal ini mereka lakukan agar tidak tertinggal informasi tentang studi akademik maupun informasi lainnnya.

Sepinya kampus ini terjadi lantaran sebagian besar mahasiswa masih berada di kampung halaman menikmati liburan semester gasal. Liburan semester gasal ini terasa lebih lama karena proses pembayaran SPP tetap dan SPP variabel bisa dilakukan di Bank BNI seluruh Indonesia. Begitu juga dengan proses input Kartu Rencana Studi (KRS) yang juga dapat dilakukan online di seluruh Indonesia sehingga mahasiswa tidak perlu pergi ke kampus.

Naiknya Biaya PPL I

Disaat sedang asyik-asyiknya menikmati liburan semester gasal di kampung halaman,  para mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dikejutkan dengan pengumuman yang manginformasikan bahwa untuk pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan I (PPL I) dikenakan biaya sebesar Rp.300.000,00. Dengan adanya pengumuman tersebut berarti telah terjadi kenaikan biaya PPL I, karena pada taun sebelumnya kegiatan PPL I dikenakan biaya Rp.200.000,00.

Kabar kenaikan biaya PPL I itu pun dibenarkan oleh Dra. Ag. Sri Purnami, M.Pd. selaku Wakil Dekan II FKIP. Menurut Nyi Sri Purnami, kenaikan biaya PPL I tersebut merupakan kebijakan dari pusat. “Kenaikan biaya PPL I merupakan kewenangan Wakil Rektor II (Warek II). PPL I dan II naik karena memang biaya yang dulu tidak cukup,” ungkap Nyi Sri Purnami ketika ditemui Tim Pendapa di ruang kerjanya, Rabu (13/2).

Lebih lanjut Nyi Sri Purnami mengungkapkan bahwa semua kenaikan biaya sudah melalui kajian teoritis dan empiris. “Meskipun PPL I pelaksanaannya hanya di kelas, biayanya tetap tinggi karena satu dosen maksimal 10 mahasiswa. Jadi tetap tinggi,” tegas Nyi Purnami.

Menanggapi hal tersebut, Dulhamin Arif, Ketua Majelis Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (MMFKIP) mengungkapkan bahwa alasan yang disebutkan oleh Nyi Sri Purnami tidak ada yang riil. “Beliau hanya beralasan bahwa kenaikan biaya PPL I ini merupakan keputusan dari pimpinan dan kekurangan biaya PPL I tahun lalu yang disebutkan tidak jelas kekurangannya itu seperti apa,” ungkap Arif yang dihubungi Tim Pendapa Minggu (17/2) via telepon. [P]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *