Pesona Gunung Api Purba Nglanggeran

Gunung api purba nglanggeran, gunungkidul | Foto: dok.istimewa
Gunung api purba nglanggeran, gunungkidul | Foto: dok.istimewa

Di kawasan pegunungan di Kabupaten Gunungkidul, tepatnya 22 kilometer dari kota Wonosari, berdiri kokoh gunung api purba yang dikenal dengan nama Gunung Api Purba Nglanggeran. Gunung yang terletak di desa Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul ini berada di ketinggian antara 200-700 mdpl. Nglanggeran sendiri berasal dari kata Pelanggaran yang bermakna setiap perilaku jahat pasti akan ketahuan. Selain itu, ada juga yang mengatakan nama itu berasal dari kata Langgeng yang berarti desa yang aman dan tentram.

Gunung Nglanggeran tak terlihat sama dengan gunung-gunung yang ada di Indonesia pada umumnya. Dengan bebatuan besar yang hampir memenuhi seluruh bagiannya, gunung ini memiliki banyak gunung di dalamnya, yaitu Gunung Kelir, Sumber Air Comberan, Gunung Gedhe, Gunung Bongos, Gunung Blencong, Gunung Buchu, Tlogo Wungu, Tlogo Mardhido, Talang Kencono, dan Pamean Gadhung.

Sebelum memasuki rute pendakian, di pintu masuk terdapat pendapa yang nyaman untuk bersantai sekaligus beristirahat sebentar sebelum memulai pendakian. Rute pendakian dibuat senyaman mungkin dengan disediakannya penunjuk arah dan jalan setapak untuk memudahkan pendakian. Saat musim hujan, area ini akan sangat licin mengingat tanahnya yang berlumpur dan kondisi gunung yang terdiri dari batu-batu besar. Dalam perjalanan, kita akan menemui tiga pos sederhana yang dapat dimanfaatkan untuk beristirahat atau sekadar melihat pemandangan yang indah dari ketinggian tertentu.

Area wisata ini dikelola langsung oleh pemuda-pemudi karang taruna desa setempat, yaitu Karang Taruna Bukit Putra Mandiri. Pengelola yang masih kalangan usia muda ini juga memberikan nuansa tersendiri pada pengunjung. Sikap yang supel membuat pengunjung nyaman berada di sana.

Dengan tiket masuk seharga Rp 3000,00, kita sudah dapat menikmati keindahan Gunung Nglanggeran ini. Selain menikmati keindahan gunung api purba ini, pengunjung juga dapat menikmati paket wisata yang disediakan oleh pengelola, antara lain Wisata Petualangan, Eduwisata, dan Community Gathering. Dalam Wisata Petualangan pengunjung dapat menikmati panjat tebing, susur gua, dan jelajah gunung. Pengelola juga menyediakan sarana edukasi dalam bidang seni, budaya, dan lingkungan. Serta terdapat pula beberapa penginapan yang cocok untuk berkumpul bersama keluarga maupun acara-acara lainnya.

Pengunjung yang berdatangan di gunung ini pun beragam. Tidak hanya wisatawan domestik saja, sesekali ada juga wisatawan asing yang datang berkunjung untuk menikmati keindahan alam gunung api purba tersebut. “Biasanya dalam satu hari pengunjung yang datang mencapai 50 orang,” tutur Lilik, bendahara Karang Taruna Bukit Putra Mandiri.

Bagi yang memercayai ilmu-ilmu gaib dan mistik, Gunung Nglanggeran dapat menjadi pilihan yang cocok untuk bersemedi, seperti halnya di dekat Sumber Air Comberan. Di sana terlihat bekas kemenyan dibakar, juga kembang serta rokok. “Tempat itu memang sering dipakai untuk semedi,” ungkap Darmi, penduduk setempat yang membuka kios kecil di depan rumahnya tepat di akhir rute pendakian. Untuk menghormati hal tersebut, pengelola menancapkan papan yang tertulis bahwa kawasan tersebut adalah kawasan sakral sehingga pengunjung diminta untuk menjaga sikapnya, yang menjadi satu pada papan penunjuk arah memasuki area pendakian.

Di puncak gunung, selain dapat melihat bentang alam Yogyakarta yang memesona, kita juga akan menemui sisa-sisa kegiatan perkemahan. Terlihat dari adanya bekas-bekas arang sisa pembakaran. Ini menunjukkan bahwa gunung api ini memiliki daya tarik tersendiri bagi para pecinta alam. Darmi menambahkan bahwa di kawasan ini juga sering diadakan kirab. Ritual semacam itu diadakan karena gunung tersebut masih menjadi milik Sultan. “Saat tahun baru pun sering diadakan pesta kembang api.”