Handphone; Nyawa Kedua

Putaran waktu kini bergulir pada angka 2013. Waktu pun terus membuktikan eksistensinya pada generasi manusia. Waktu juga yang membawa kita pada zaman masa kini. Zaman dimana manusia terus berinovasi, menciptakan penemuan baru, zaman dengan beragam kebudayaan daerah, zaman dengan pola pikir manusia yang jungkir balik, juga zaman perkembangan teknologi super cepat termasuk dalam bidang komunikasi. Berbicara tentang komunikasi, pernahkah Anda menjumpai teman Anda tidak memiliki handphone (HP)? Pernahkah sehari saja tidak mendapati HP disekeliling Anda? Perhatikan sekeliling kita, seringkali orang-orang sibuk mengotak-atik HP, entah untuk berkirim pesan maupun chating di jejaring sosial.

Benda kecil yang bernama HP tersebut telah memiliki peran tersendiri di hati pemiliknya. Bukan hanya menjadi alat komunikasi interpersonal, akan tetapi telah menjadi media tersendiri bagi institusi maupun organisasi untuk menyampaikan pesan kepada khalayak ramai. Misalnya sebagai media promosi produk terbaru atau event-event tertentu. Media massa kita juga memberikan kontribusi dalam peningkatan pengguna HP, seperti memberikan banyak kuis, polling artis idola, pemesanan makanan cepat saji, hingga penawaran berbagai produk dan jasa. Penggunaan short message service (SMS) oleh berbagai kalangan tersebut yang didukung fasilitas SMS gratis dari operator tertentu menjadikan HP sebagai media komunikasi yang paling digemari.

Portal paseban.com menuliskan beberapa fungsi HP, di antaranya pertama, sebagai security. Sebagian orang cenderung merasa aman ketika ponsel mereka terkoneksi secara global. Kedua, sebagai connectedness, pengguna akan merasa mandiri dengan adanya ponsel di sampingnya. Pembaharuan akses ke berbagai bidang seperti pembayaran rekening, transaksi bank, dan informasi lainnya untuk kehidupan sehari-hari yang berada pada jangkauan klik tombol, memudahkan pengguna terhubung ke seluruh dunia. Ketiga, yaitu sebagai productivity. Sebuah penelitian tentang pendapat perempuan mengenai manfaat ponsel menunjukkan bahwa lebih dari setengahnya setuju bahwa ponsel mendorong adanya pendapatan tambahan.

Mengingat fungsi handphone pada awalnya hanya sebatas alat komunikasi jarak jauh dengan fitur utama SMS dan panggilan. Kini sering didapati penambahan fungsi HP berupa fitur-fitur penambahan camera, social network, internet browsing, java, games bahkan kini ada yang dilengkapi sistem OS (operating system) android. Ditambah dengan munculnya smartphone dengan teknologi menyerupai personal digital assistant (PDA) dengan berbagai kemudahan internet. Dilengkapi operation system yang tangguh, kecepatan proses yang tinggi, perangkat multimedia yang mutakhir, koneksi internet terbaik dan layar sentuh.

Di Indonesia sendiri telah hadir berbagai trade mark seperti Blackberry (BB), Apple, dan Samsung. Tak heran jika konsumen semakin menggilai trade mark tersebut meskipun harus rela menyisihkan uang. Semakin tinggi seri HP yang digunakan semakin tinggi pula gengsi seseorang. Saat ini pengguna BB adalah anak SMA yang cenderung masih terbawa lingkungan. Secara individu, penggunaannya sebatas pada jejaring sosial dan instant blackberry messager (BBM). Penggunaan tersebut memunculkan beberapa dampak positif dan negatif di kalangan pengguna, baik psikologis maupun hubungan antarmasyarakat. Hal tersebut akan menimbulkan ketergantungan individu dengan HP mereka, seperti halnya sekadar untuk mengecek maupun membuka pesan dari teman-temannya.

Apabila semua masalah dimanjakan dengan segala fasilitas dari HP termasuk urusan yang bisa dibicarakan secara langsung, seseorang bisa dengan mudah memutuskan masalah lewat HP. Di jalan, kampus, bahkan di kamar mandi umum sekalipun, kesibukan kita terpusat pada HP. Belum lagi pemandangan individualistis di setiap sudut ruangan jika setiap orang sibuk dengan HP tanpa menghiraukan lingkungan sekitarnya. Sejak terbangun dari tidur, tangan seakan telah diprogram untuk mencari keberadaan nyawa yang lain, yaitu HP. Sekadar untuk update status di jejaring sosial, mengecek pesan masuk dan lainnya. Setiap saat setiap waktu, HP selalu tak lepas dari pegangan. Bahkan ketika berbicara dengan orang lain pun, dua ibu jari tetap saja aktif memencet tombol. Hal tersebut membuat komunikasi langsung antarindividu menjadi kurang harmonis dan berakibat pada tingkat kepedulian dan toleransi.

Teknologi modern selain menimbulkan dampak positif seperti kemudahan dalam berbagai bidang dan menjadikan multifungsi pada suatu teknologi ada pula dampak negatifnya. Dampak negatifnya mencakup kesenjangan sosial, perilaku hidup boros bahkan kepedulian yang terkikis. Perlu diingat, secanggih apapun teknologi, kita perlu mengendalikan diri untuk dapat mengoptimalkan penggunaannya. Bahkan generasi Indonesia telah terbukti tingkat konsumerisme serta hedonismenya perlu diajak berfikir ulang.  Penggunaan smartphone, cellphone memang menjadi komoditas utama dalam arus zaman, meskipun begitu kita juga perlu menjadi cerdas untuk menempatkan segalanya sesuai kebutuhannya.