Pengakraban Organisasi; Babak Baru Kemahasiswaan

Penampilan teater Trisula dalam acara Pengakraban Organisasi KBM-UST , Minggu (2/2) di Balai Persatua Tamansiswa. Foto: Romdhon/PENDAPA
Penampilan teater Trisula dalam acara Pengakraban Organisasi KBM-UST , Sabtu (2/2) bertempat di Balai Persatuan Tamansiswa. Foto: Romdhon/PENDAPA

Sabtu (2/2), Majelis Mahasiswa Universitas Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (MMU KBM-UST) menyelenggarakan acara Pengakraban Organisasi KBM-UST dengan tema ‘Mempererat Tali Persaudaraan Antara Organisasi Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa 2013’. Bertempat di Balai Persatuan Tamansiswa, acara tersebut dihadiri oleh anggota Lembaga Kemahasiswaan serta pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) mulai dari tingkat jurusan hingga universitas di lingkup UST. Selain pengenalan pengurus Lembaga Kemahasiswaan dan UKM, acara yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut juga diisi dengan perform UKM.

Menurut Ketua Majelis Mahasiswa Universitas (MMU), Ari Tri Wahyudi, acara ini bertujuan untuk mengakrabkan pengurus organisasi agar dapat bersinergi dengan bidangnya masing-masing. “Harapannya agar dapat bekerjasama, saling mengenal dan membantu agar jaringan tidak terpisah-pisah,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III, Drs. Hadi Pangestu Rihardjo, S.T., M.T berpesan agar Lembaga Kemahasiswaan dan UKM saling menjaga nilai-nilai kebangsaan Tamansiswa dan memiliki rasa mencintai tanah air serta memaksimalkan persamaan dan meminimalisir perbedaan.

Ketika dimintai komentar mengenai kegiatan tersebut, Ardi Syihabudin, Komandan Resimen Mahasiswa (Menwa) Dewantara UST mengungkapkan bahwa acara pengakraban yang diadakan oleh MMU tersebut merupakan babak baru bagi kemahasiwaan di UST. “Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, tak jarang antarorganisasi, baik Lembaga Kemahasiswaan maupun UKM terjadi kesalahpahaman yang berakhir pada hubungan tidak baik. Dengan acara ini diharapkan mampu menghimpun seluruh organisasi kemahasiswaan untuk bersatu dan bersama-sama membangun Indonesia khususnya Tamansiawa,” ungkap Ardi.

Sementara itu Ketua Majelis Mahasiswa Fakultas (MMF) FKIP, Dulhamin Arif, menjelaskan bahwa acara ini tidak hanya untuk mengenal siapa dia dan apa jabatannya, tetapi yang paling penting adalah untuk membuka tali silaturahmi antarorganisasi mahasiswa. Lebih lanjut Dulhamin mengungkapkan bahwa ada dua faktor yang mempengaruhi kegiatan tadi, yang pertama kurangnya kesadaran dari kawan-kawan Lembaga Kemahasiswaan dan UKM tentang pentingnya kegiatan tersebut. Faktor yang kedua adalah pelaksanaan kegiatan yang bertepatan dengan liburan akhir semester, sehingga banyak anggota Lembaga Kemahasiswaan dan UKM berhalangan hadir. “Namun perlu kita beri applause kepada panitia dan MMU yang telah mengadakan kegiatan ini, karena kegiatan tadi sangat bermanfaat bagi kita semua,” ucapnya.[p]