Wisata Ke Kampung Teletubbies

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Photo0573
gerbang masuk desa wisata New Ngelepan Village | Foto:Ernawati

Bangunan berbentuk setengah bola seperti dalam film anak-anak Teletubbies menjadi tempat tinggal bagi warga New Ngelepen Village disebut sebagai rumah Domes. Rumah Domes yang berada di daerah Sleman bagian timur tersebut merupakan bantuan dari Amerika. Perumahan Domes dibangun pasca gempa 2006, “konstruksinya langsung dari Amerika” ungkap Indro selaku pengurus desa wisata Rumah Domes ketika ditemui TIM PENDAPA, Rabu (23/01).

Tahapan pembuatan rumah Domes, menurut Indro ada beberapa tahap. Tahap pertama yaitu membuat lantai dasar, setelah pembuatan lantai dasar selesai dilanjutkan dengan pemasangan balon. Balon yang digunakan berbahan kalep atau karet yang memiliki anti gores tinggi. Balon tersebut akan rusak apabila sudah dipakai sebanyak 20 kali pemasangan. Langkah selanjutnya adalah pemasangan rangka besi dan pengecoran dinding, setelah dinding rata dan kering balon dikempeskan. Untuk dindingnya memiliki tebal berkisar 15-20 cm. Pembuatan satu unit rumah Domes membutuhkan sebanyak 20 orang pekerja.

Perumahan Domes memiliki bangunan sebanyak 71 unit, terdiri dari satu bangunan masjid, satu bangunan Pusat Kesehatan Desa (Puskesdes), satu bangunan sekretatiat dan yang lainnya sebagai tempat tinggal warga. Rumah Domes memiliki dua lantai, lantai dasar terdiri dari ruang tamu, satu kamar tidur dan dapur. Sedangkan lantai dua biasanya digunakan sebagai ruang keluarga.

Selain sebagai rumah warga, rumah Domes ini juga sudah diakui oleh pemerintah daerah Sleman sebagai desa wisata. Pengunjung yang datang dikenai tarif beragam. Biaya paket khusus per @ Rp 5.000,00 dengan fasilitas yang terdiri dari pemandu, aula dan tracking untuk melihat paket wisata yang disediakan. Tamu yang datang harus mengisi buku tamu. Buku tamu tersebut sebagai laporan ke dinas untuk mengetahui sejauh mana perkembangan banyaknya pengunjung yang datang. “Semakin banyak pengunjung semakin baik karena itu juga tergantung promosi dari kami,” tutur Indro.

Di desa wisata ini juga menyediakan beberapa fasilitas seperti Homestay bagi pengunjung yang ingin menginap. Tempatnya menyesuaikan permintaan dan jumlah pengunjung. “Misalnya ada 10-20 orang untuk 1-2 malam nanti kita carikan sesuai permintaan,“ jelas Indro. Dengan biaya standar Rp 75.000,00 akan mendapatkan fasilitas welcome free, tujuh kali makan, rumah lengkap dengan perlengkapan tidur seperti kasur dan sprei. Pengambilan paket makannya pun terantung dari pihak rombogan, bisa pagi, siang ataupun sore.

Selain paket rumah Teletubbies tersedia juga paket wisata alam seperti Belik Wunut. Belik Wunut merupakan sumber air dengan dua warna dua rasa. Selain itu juga ada situs Karjiman, yaitu tempat bersemayam arwah raja-raja terdahulu. Ada pula Kulit Cangkok yaitu tempat pemandian para raja yang letaknya tidak jauh dari sekitar rumah Domes karena bisa di tempuh dalam bebarapa menit. Untuk melihat keseluruhan rumah Domes dari kejauhan, pengunjung dapat singgah di Domes View yang terletak di atas bukit. “Satu lagi tempat rekaan yaitu tempat bekas tempat tinggal warga Ngelepan karena pasti pengunjung penasaran dengan bekas tempat tinggal kita yang sudah hancur tinggal puing-puingnya saja.” tambah Indro.

Desa wisata ini juga menyediakan tempat bermain anak-anak. Tempat bermain ini terletak di aula, disekitar aula dan di depan bangunan sektretariat. Permainan yang tersedia memiliki tarif berbeda. Kereta mini anak bertarif Rp 5.000,00 untuk 10 kali putaran. Sementara untuk pancingan anak, mandi bola, odong-odong dan sepeda unik bertarif Rp 3.000,00. Mobil charge bertarif Rp 10.000,00.

Pengunjung rumah Domes tidak terbatas dari lokal saja, ada pula pengunjung dari mancanegara seperti Malaysia, Amerika, Belanda, dan Meksiko. “Biasanya yang datang ke desa wiasta ini adalah rombongan atau pengunjung khusus yang sudah jauh-jauh hari menghubungi pihak pengurus kawasan rumah Domes ini,” ungkap Indro.

Pihak pengurus bekerja sama dengan warga dalam pendistribusian dana. Pengunjung yang tak terduga atau tak terencana dikenai biaya masuk dengan tarif sebesar @Rp 2.000,00. Tarif tersebut dikalikan dengan jumlah warga kemudian didistribusikan kembali ke warga. “Kegiatan yang telah berjalan selama kurang lebih 5 tahun ini membawa harapan tersendiri bagi warga desa ini untuk terus memajukannya,” jelasnya di akhir wawancara.

2 tanggapan untuk “Wisata Ke Kampung Teletubbies

  • 26 Januari 2013 pada 00:20
    Permalink

    fotone nggak dapet sama tulisane ki

    Balas
  • 2 Februari 2013 pada 12:25
    Permalink

    pengen main ke sana……

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *