Simpang Siur Pengembalian Kaprodi Teknik Industri ke Kopertis

Drs. Pardimin M.Pd., Rektor UST Yogyakarta. Foto: Taofiq/PENDAPA
Drs. Pardimin M.Pd., Rektor UST Yogyakarta. Foto: Taofiq/PENDAPA

Pertemuan antara mahasiswa Fakultas Teknik dan pihak rektorat, Senin (7/1), mencapai kesepakatan untuk memperbaiki apa yang menjadi tuntutan mahasiswa. Hal itulah yang disampaikan Drs. Pardimin, M.Pd. selaku Rektor Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST). Pertemuan tersebut sebagai tindak lanjut aksi mahasiswa yang meminta Kepala Program Studi (Kaprodi) Teknik Industri, Ir. Suhartono, M.T., untuk dikembalikan ke Kopertis. “Kalau Ki Suhartono ada kekeliruan atau kesalahan, ya kita luruskan. Dari mahasiswa juga belum tentu benar, jadi juga harus evaluasi. Ya terlepas dari kekurangan Ki Suhartono, tapi saat ini beliau dalam rangka menyusun akreditasi,” ungkap Ki Pardimin.

Ki Pardimin juga menjelaskan kalaupun Ki Suhartono dikembalikan ke Kopertis tidak masalah, masih ada perguruan tinggi lain yang menerima karena beliau dosen negeri. “Ki Suhartono pun sudah menelepon dan mengungkapkan tidak masalah jika dipindahkan. Kalau beliau keluar harus dapat ganti. Kalau penggantinya dosen yayasan, ya yayasan yang membayari. Jadi, yayasan semakin berat,” tutur Ki Pardimin.

“Mungkin di antara kita ada yang memancing di air keruh, ada yang mengadu domba sehingga yang rugi kita semua. Tapi nanti kalau Ki Suhartono tetap melanggar apa boleh buat,” ungkap Ki Pardimin. Majelis Mahasiswa Fakultas (MMF) Teknik, lanjut Ki Pardimin, nantinya juga akan dipanggil untuk membicarakan hal ini secara kekeluargaan ala Tamansiswa karena masih banyak yang harus kita (UST –red) kerjakan.

Saat ditanya tentang selebaran yang beredar beberapa waktu yang lalu, Ki Pardimin menghimbau untuk jangan terpancing dengan surat kaleng dan hal-hal dari orang yang tidak bertanggung jawab. “Saat saya menjadi rektor juga banyak surat kaleng karena banyak kepentingan yang saya habisi.”

Akan tetapi kesepakatan yang diungkapkan Ki Pardimin tersebut bertolak belakang dengan pernyataan Ketua Majelis Mahasiswa Fakultas (MMF) Teknik, Imron Rosadi. Imron mengungkapkan mahasiswa Teknik Industri tetap menuntut Ki Suhartono dikembalikan ke Kopertis. Menurut Imron, Ki Suhartono sudah menyinggung ajaran Tamansiswa dengan mengatakan saat perkuliahan bahwa ajaran Ki Hadjar Dewantara tidak penting dan mengganggu. Ki Suhartono, lanjut Imron, juga memaksakan pengajian yang beliau adakan untuk diikuti mahasiswa, utamanya mahasiswa yang memperoleh beasiswa Kebangsaan dan Kerakyatan.

Imron pun mengungkapkan bahwa sebelum melakukan aksi pihak mahasiswa sudah melakukan diskusi dengan pihak dekanat, akan tetapi tidak ada tanggapan sehingga memutuskan untuk melakukan aksi. “Rektorat katanya mau menemukan kita dengan Ki Suhartono untuk memusyawarahkan masalah ini. Akan tetapi sampai setelah demo belum ada panggilan, kita masih menunggu.”