Gara-gara Komentar di Facebook, Mahasiswi Psikologi UST Harus Minta Maaf

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Kamis siang (1/11), suasana ruang 102 kampus pusat Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta mendadak ramai karena adanya pertemuan antara Yudith Ofirisa Utami (mahasiswi Psikologi), Ki Hadi Pangestu Rihardjo (Warek III), Nyi Siti Hafsah BA (Dekan Psikologi), serta pengurus Majelis Mahasiswa Universitas (MMU). Mirip sebuah sidang, Risha –panggilan akrab Ofirisa– duduk sejajar dengan Nyi Siti Hafsah dan Ki Hadi Pangestu, sedang dihadapannya duduk seluruh pengurus MMU.

Menurut pengakuan Risha, ia hampir dipukul salah satu pengurus MMU. Namun, kejadian tersebut dihalang oleh satpam yang saat itu mengamankan jalannya forum. Sehari sebelumnya, ia disuruh Indria Febriansyah, ketua MMU, untuk datang ke kampus pusat UST dan akan dihadapkan dengan Dekan Psikologi. “Ini semua karena komentar-komentar saya di jejaring sosial (red: facebook) mengenai pemberitaan aksi demo MMU yang mengatasnamakan KBM UST pada peringatan hari sumpah pemuda kemarin,” ungkap Risha.

Akhir dari forum ini, Risha diminta untuk meminta maaf kepada seluruh lembaga yang ada di UST dan di jejaring sosial. Menanggapi hal ini, Ki Hadi Pangestu yang dihubungi Pendapa belum mau memberi keterangan dengan alasan sibuk. Selain itu, Indria juga belum bersedia memberi keterangan.

Sementara itu, menurut Nyi Siti Hafsah tidak ada salahnya untuk melakukan komentar. Saya kira tidak salah. Kita melihat sesuatu masing-masing mempunyai masa lalu sendiri-sendiri. Ketika dia berkomentar juga mengikuti masa lalu yang sudah ada di otaknya. Dalam psikologi belajar, proses belajar ada masa lalu masing-masing. Ketika bertemu dengan hal baru, masa lalu tidak lepas dari yang sekarang,” jelasnya.

5 tanggapan untuk “Gara-gara Komentar di Facebook, Mahasiswi Psikologi UST Harus Minta Maaf

  • 2 November 2012 pada 16:03
    Permalink

    Sayangnya yang melakukan demo itu tidak meminta maaf kepada Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa baik secara tertulis maupun secara lisan, karena berita itu telah menjelek-jelekkan nama Universitas dari komentar-komentar yang ada di berita Detiknews.com. Tindakan demo tidak sepenuhnya salah, hanya saya prihatin saja atas komentar di situ.

    Balas
    • 9 November 2012 pada 00:07
      Permalink

      wahh, rusuh nih…

      Balas
  • 2 November 2012 pada 20:25
    Permalink

    tuing tuing……………….

    Balas
  • 3 November 2012 pada 10:20
    Permalink

    sidang yg aneh.. perkara komen facebook aj mw disidang segala.. sayang sy ga smpt capture penyebab sidang itu.. ya bahasa tulisan… bila pesan yg disampaikan oleh pemberi pesan, tp dibaca dg intonasi berbeda oleh si penerima pesan yaa bs slh paham. lgian sbg kaum intelek kok gmpg kepancing sm sesuatu yg dianggap mreka ga bener? haduuh…

    Balas
  • 4 November 2012 pada 08:19
    Permalink

    hati2premanisme berkedok Mahasiswa. sebenernya ini Sidang atau di BK yaaa???

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *