Perkenalan Tanpa Peliputan

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Forum Komunikasi Unit Kegiatan Mahasiswa (FK-UKM) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) yang difasilitori Wakil Rektor (Warek) III, Hadi Pangestu mengadakan pertemuan dengan ketua panitia Ospek UST pada Rabu (19/9), bertempat di ruang kuliah Fakultas Teknik, Kampus Pusat UST. Tujuan diadakannya pertemuan untuk mempertanyakan kebijakan Panitia Ospek 2012 perihal pengenalan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dalam sesi perkenalan UKM diacara Ospek 2012.

Pasalnya, sebelumnya beredar kabar bahwa yang memperkenalkan UKM adalah masing-masing ketua dari UKM. Jika mengacu pada jadwal acara yang disusun panitia hanya tercantum UKM Resimen Mahasiswa dan UKM Pramuka, sedangkan UKM Musik Dewantara, LPM Pendapa Tamansiswa, dan beberapa UKM tingkat Universitas lainnya tidak tercantum.

“Kemarin malam itu kita dapat kabar, katanya LPM Pendapa tidak boleh masuk juga, tidak boleh foto. Saya juga merasa masalahnya. Kan UKM itu kita sama-sama satu tingkat. Istilahnya kalau iya (perkenalan), iya semua. Kalau tidak, tidak semua,” tutur Ardi selaku Wakil dari Menwa menyampaikan tujuan diadakannya pertemuan.

Gibon selaku Ketua UKM Musik Dewantara menuturkan, “Kalau misalpun kita setiap UKM yang memperkenalkan ketua saja kita nggak masalah, asalkan semua sama rata,” kata Gibon. Dalam pertemuan ini juga dihadiri perwakilan dari UKM Pramuka, Pencak Silat dan Paduan Suara. Kebijakan ini menjadi perhatian dan menjadi tanda tanya besar, karena hanya LPM Pendapa Tamansiswa yang tidak diperkenankan untuk turut memperkenalkan diri di Ospek 2012, sedangkan UKM lain diperkenankan.

Menanggapi hal tersebut, Ahmad Mustaqim, perwakilan LPM Pendapa mengatakan bahwa, “LPM Pendapa, sebagai salah satu bagian dari Keluarga Besar UST juga mempunyai hak untuk memperkenalan LPM Pendapa dihadapan mahasiswa baru. Kemudian, ketika ada kebijakan yang seperti itu, ya secara otomatis kami tidak terima,” terang Mustaqim.

Rony, ketua Panitia Ospek 2012 menjelaskan alasan kenapa LPM Pendapa tidak boleh memperkenalkan diri, salah satunya karena masih ada ingatan dari panitia Ospek tahun lalu tentang kejadian Ospek 2011 perihal pemberitaan Buletin Pendapa News Edisi Ospek 2011, berupa karikartun sindiran dirubrik pendapa@nekdot. “Banyak sebenarnya permasalahan LPM Pendapa dengan MMU selain itu,” kata Rony.

Hadi Pangestu mencoba menengahi. Ia menuturkan, jika ada masalah, klalirifikasi atau lobi, harus dilakukan oleh LPM Pendapa. “Ini dilakukukan bukan mencari kalah atau menang, dan MMU jadi merasa menang. Tugas Pendapa adalah untuk mempublikasikan sebagai tugas jurnalistiknya,” tutur Hadi.

Permasalahan belum selesai. Akhirnya, Rony menyarankan agar pihak LPM Pendapa beserta perwakilan UKM langsung menemui Steering Comitte (SC) untuk lobi agar diizinkan perkenalan dan melakukan peliputan. Hal ini seolah tidak mengindahkan pertemuan antara SC dan panitia Ospek 2012, Tim Supervisi serta perwakilan UKM, pada Senin (10/9), lalu, di ruang Sidang Rektorat Kampus Pusat UST. Pertemuan tersebut, selain membahas persiapan Kuliah Umum dan persiapan Ospek jika menghasilkan keputusan bahwa LPM Pendapa diperbolehkan melakukan peliputan Ospek 2012 dengan mengenakan tanda pengenal khusus.

Bersama Hadi Pangestu, panitia Ospek dan perwakilan FK-UKM menemui SC. Setelah menunggu kurang lebih satu jam di lokasi Ospek 2012, Gadung Graha Wana Bhaktiyasa, akhir SC datang dan proses lobi dilakukan. Perundingan berlangsung cukup alot. Meski LPM Pendapa diizinkan untuk perkenalan, namun SC agaknya enggan mengizinkan LPM Pendapa melakukan peliputan.

“Kalau pihak Pendapa ada yang siap bertanggung jawab jika terjadi apa-apa, kami izinkan. Tapi, kalau nggak, ya sudah,” kata India, koordinator SC Ospek.

Semakin Tidak Cerdas

Peristiwa Ospek bulan September 2011, tentang permasalahan pemberitaan Buletin Pendapa News Edisi Ospek 2011, berupa karikartun sindiran dirubrik pendapa@nekdot mendapat perhatian dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta.

Menurut Erick Tanjung, anggota AJI Yogyakarta, pasca kejadian Ospek 2011, mahasiswa sekarang mengalami kemunduran yang sangat jauh. “Terlalu jauh sekarang mahasiswa mengalami kemunduran. Karikatur dijadikan permasalahan besar. Ini semakin tidak cerdas,” kata Erick. [p]

Satu tanggapan untuk “Perkenalan Tanpa Peliputan

  • 24 September 2012 pada 13:36
    Permalink

    judul tak ada kesatuan..
    antar paragraf berdiri sendiri.. tulisan tidak cerdas..
    aku mendukung kau pendapa..
    bangunkan kembali demokrasi di UST, karena MMU telah membunuh demokrasi..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *