Mongabay Untuk Kelestarian Lingkungan

Kegelisahan Rheet A. Butler, penulis dari California, akan naskahnya yang terus ditolak penerbit menjadikannya berfikir untuk mencari jalan keluar. Pasalnya, penerbit menganggap tulisan Butler tentang lingkungan tidak menarik untuk diterbitkan.

Tepatnya, pada tahun 1999, Butler mendirikan situs mongabay.com. Untuk di Indonesia, situs ini memiliki alamat mongabay.co.id yang diluncurkan dan beroperasi sejak April 2012. Situs ini berisi berita mengenai lingkungan. Dalam perkembangannya, situs ini mulai berkembang diberbagai negara dibelahan dunia, termasuk Indonesia.

“Situs ini baru berjalan tiga bulan di Indonesia,” ujar Aji Wihardandi, salah satu pengelola situs ketika diskusi di Kedai Nusantara, Nologaten, Yogyakarta, Jumat (2/8) lalu.

Terpilihnya Indonesia tak lepas dari kayanya potensi alam serta keanekaragaman sumber daya alam dari pada negara lain yang perlu dilestarikan. Di Indonesia, dalam hal publikasi situs ini menggunakan situs jejaring sosial, yaitu twitter dan facebook. Kedua jejaring sosial tersebut dinilai menjadi favorit di Indonesia. “Tujuan dari mongabay, disamping sebagai penambah wawasan dan pengungkap fakta juga sebagai pembentuk perubahan dalam kebijakan dengan kesahihan data,” ungkap Aji.

“Sejauh mana situs mongabay menjalankan fungsinya dalam hal advokasi?” tanya Richi, salah seorang peserta diskusi.

Tak hanya menyebar berita, situs ini juga memiliki dampak yang berfungsi sebagai advokasi. “Pernah ada kejadian di Kalimantan mengenai 22.000 hektar hutan yang dijadikan sebagai lahan perkebunan hanya dengan surat dari bupati. Kasus ini langsung mendapat tindak lanjut dari pihak berwenang setelah membaca fakta yang kami sajikan,” tanggap Aji.

Diskusi tentang lingkungan tersebut dihadiri oleh Pers Mahasiswa dari Yogyakarta, komunitas pecinta lingkungan serta beberapa komunitas yang ada di Yogyakarta.

Karena situs ini belum begitu banyak dikenal, Lidwina Marcella, salah satu pembicara berharap agar situs ini banyak dikenal oleh masyarakat, termasuk pada kalangan mahasiswa. Tujuannya, setelah mendapat informasi mengenai lingkungan, pembaca dapat membantu menyosialisasikan agar masyarakat semakin peduli dengan kelestarian lingkungannya.