Pojok Bursa Efek Indonesia Hadir di FE UST

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Penandatangan Kerjasama Pendirian Pojok Bursa Efek Indonesia, Selasa (12/6). Dari kiri ke kanan: Ki Prof. Dr. Sri Edi Suasono, Yoyok Isharyasa, Ki Drs. H. Pardimin, M.Pd., dan Luki Aryatama. Dari kanan Ki Drs. Sahedhy Noor SK. MM. Foto: Taofiq/PENDAPA

Penanaman modal sekarang ini sebagian besar terpusat di Jakarta. ”Sehingga perlu didirikan Pojok Bursa EfeK Indonesia sebagai sarana mahasiswa untuk belajar berinvestasi yang benar,” ungkap Yoyok Isharyasa Kepala Divisi Pemasaran Bursa Efek Indonesia dalam sambutannya pada peresmian ‘Pojok Bursa Efek Indonesia’, Selasa (12/6).

Peresmian  ‘Pojok Bursa Efek Indonesia’ bertempat di ruang Konvensi Nyi Hadjar Dewantara, Kampus II Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST), Jl. Kusumanegara 121, Yogyakarta. Peresmian tersebut dapat dilaksanakan dengan adanya kerjasama antara Fakultas  Ekonomi (FE) UST, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan First Asia Capital.

Pada kesempatan itu dihadiri oleh Ketua Majelis Luhur Tamansiswa  Ki Prof. Dr. Sri Edi Swasono, Rektor UST Ki Drs. H. Pardimin, M. Pd., Dekan Fakultas Ekonomi UST Ki Drs. Sahedhy Noor SK. MM., Kepala Divisi Pemasaran Bursa Efek Indonesia  Yoyok Isharyasa, Direktur  First Asia Capital Luki Aryatama, Segenap civitas akademika UST dan perwakian dari mitra kerjasama.

“Ini merupakan gagasan lama, sejak tahun 2011 sudah merintis dan Fakulas Ekonomi berusaha untuk mencapai sebuah prestasi melalui kerja sama dengan lembaga profesi, perbankkan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), alumni UST, First Asia Capital, Bursa Efek Indonesia dan sekarang didirikanlah Pojok Bursa Efek Indonesia,” ungkap Sahedhy Noor.

Menyikapi perkembangan Ekonomi Global, Yoyok Isharyasa menyampaikan bahwa  pengembangan pasar modal harus menginvestasikan sumber daya di daerah. Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sendiri sudah ada 10 Pojok Bursa Efek Indonesia yang tersebar di berbagai Universitas dan total  keseluruhan yang ada di Indonesia berjumlah 78 . “Semoga ini menjadi trend, sosialisasi dan edukasi dalam lingkup akademika selanjutnya kepada  masyarakat  sekitar sebagai sektor belajar dan berinvestasi,” tambah Yoyok Isharyasa.

Pojok Bursa Efek Indonesia sendiri setiap tahun ada evalusi dan Award yang terdiri dari empat kategori yaitu Aktivitas Rekening Efek, Aktivitas Transaksi, Inovasi Program, dan  Sosialisasi Edukasi. Luki Aryata juga mengungkapkan harapannya yaitu semoga Pojok  Bursa Efek Indonesia dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh mahasiswa FE UST dan lebih lanjut masyarakat di lingkungan sekitar kampus juga ikut berpartisiasi.

Sri Edi Swasono dalam sambutannya mengungkapkan semoga Pojok Bursa Efek Indonesia  menjadi dinamisator FE UST dan lingkungan sekitarnya “Jangan menjadi konsumen saham-saham baru tetapi menjadi produsen saham” ungkap Sri Edi Swasono. Puncak acara yaitu dengan pukul Gong oleh Sri Edi Swasono.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *