Demi ‘SNMPTN UNY Di UST’ Perkuliahan Ditiadakan

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Sehubungan dengan adanya surat yang ditujukan kepada Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Kependidikan (FKIP), Dekan Fakultas Psikologi, dan Dekan Fakultas Teknik dengan nomor: 170/UST/Rek/VI/2012 tertanggal 5 Juni 2012 yang ditanda tangani oleh Ki Pardimin sebagai Rektor Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST). Di dalam surat tersebut diberitahukan bahwa kegiatan perkuliahan ditiadakan selama tiga hari, dimulai dari tanggal 11 sampai dengan 13 Juni 2012. Peniadaan perkuliahan dikarenakan UST akan dipergunakan untuk pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2012 dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Dalam surat itu juga ditegaskan bahwa perkulihan pada tanggal tersebut diharapkan diganti dengan hari lain.

Surat dari rektor tersebut ditindak lanjuti oleh Dekan FKIP dengan nomor: 083/UST/FKIP/Wadek I/VI/2012 tanggal 7 Juni 2012, ditujukan kepada para Kepala Program Studi yang ada di lingkungan FKIP. Dalam surat itu berisi pemberitahuan mengenai libur perkuliahan pada tanggal 11 sampai dengan 13 Juni 2012 dikarenakan ruang-ruang kuliah yang ada di FKIP akan dipergunakan untuk pelaksanaan SNMPTN tahun 2012 UNY, Namun isi dari surat yang mengatas namakan Dekan FKIP, ditandatangi oleh Ki Triyono selaku Wakil Dekan I tidak menegaskan bahwa perkuliahan pada tanggal tersebut diganti di hari lain.

Begitu pula dengan surat yang ditujukan bagi dosen JPMIPA dari Kaprodi Pendidikan Matematika, Pendidikan Fisika, dan Pendidikan IPA. Surat bernomor: 06/UST/FKIP/JPMIPA/VI/2012 tertanggal 8 Juni 2012 perihal pemberitahuan libur pada tanggal 11 sampai dengan 13 Juni 2012. Tidak ada penegasan perkuliahan pada hari itu diganti di hari lain.

Menanggapi peniadaan perkuliahan dan bahkan ada yang menyebutkan peliburan, Ki Hazairin Eko Prasetyo selaku Wakil Rektor I mengatakan bahwa yang mengambil kebijakan peniadaan perkuliahan langsung dari Rektor. “Saya tidak terlalu mengetahui hal itu, yang mengetahui pak Rektor, karena beliau yang menandatangi surat tentang kebijakan akademik ini,” ungkapnya saat ditemui PENDAPA diruang kerjanya, Jum’at (8/6).

Mengenai maksud dan tujuan adanya SNMPTN di UST, lanjutnya, mungkin untuk promosi kampus. “Untuk lebih jelasnya, tanyakan sama Wakil Rektor IV,” tambahnya.

Lain hari, Sabtu (9/6) kemarin, PENDAPA langsung menemui Ki Widodo Budhi selaku Wakil Rektor IV diruang kerjanya. “Tujuan mengadakan SNMPTN di UST itu untuk promosi. Paling tidak dari sekian ribu calon mahasiswa mengenal lokasi UST, kita tidak usah promosi kemana-mana karena mereka sudah datang sendiri ke UST. Pada saat selesai ujian, mereka akan diberi formulir dan disuruh mengisi. Jika nanti tidak diterima di UNY, bisa langsung diterima di UST tanpa tes,” ungkapnya ketika ditanya mengenai tujuan SNMPTN di UST.

Hazairin Eko saat ditanyakan pendapatnya mengenai peniadaan perkuliahan berpendapat, untuk menyikapi SNMPTN di UST itu harus seimbang. Dalam hartian promosi bagus, tapi kepentingan UST juga harus diperhitungkan. “Jikalau kita menghitung betul tanpa mengganggu perkuliahan misalnya, tadinya yang jadwal pagi dipindah ke sore hari, toh SNMPTN kan tidak sampai sore, jam 12.00 kan sudah selesai. Kalau yang masalah libur semua tanpa pemindahan jam perkuliahan itu perlu diklarifikasi,” tambahnya.

Satu pendapat dengan Hazairin Eko, Widodo Budhi mengatakan, jika ada dosen yang tidak mau mengganti jam perkuliahan, itu tergantung dari dedikasi dan komitmen dosen. Karena memang di dalam kurikulum dituntut minimal 12 kali pertemuan. Dengan adanya peniadaan perkuliahan ini, dosen bisa mengganti dengan hari lain. “Kalau dosen itu berkomitmen dan dedikasinya baik, mestinya begitu,” ungkapnya kepada PENDAPA.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *