Menjadi Sarjana Teknik Sipil Yang Berbudi Pekerti

Seminar Nasional yang diadakan oleh Fakultas Teknik UST yang bertempat di Dewantara Convention Room (DCR) jln. Kusumanegara 157 yogyakarta, Selasa (5/6). Foto: Taufik/PENDAPA

Memperingati hari Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni. Fakultas Teknik Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) mengadakan Seminar Nasional pada hari Selasa (5/6) di Dewantara Convetion Room (DMC).

Seminar dengan tema “Peran Sarjana Teknik Sipil Yang  Berbudi Pekerti Luhur Dalam Pembangunan Nasional” dihadiri oleh mahasiswa dari UST, Sekolah Tinggi Teknik Nasional, Universitas Gadjah Mada, Janabadra, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Atmajaya. Menghadirkan pakar-pakar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) antara lain Prof. Ir. Hrc. Priyosulistyo, M. Sc., Ph.D dan Dr. Ing. Ir Andreas Triwiyono.

Dr. Ing. Ir. Andreas pada kesempatannya menyampaikan peran sarjana teknik sipil diperlukan dalam proses pembangunan dan pengelolaan infrastruktur. Maka dari itu diperlukan sarjana teknik sipil yang memiliki kampuan lain di berbagai bidang. Juga mempunyai kesadaran mengenai resiko dari pekerjaannya terhadap masyarakat, keselamatan public dan perekonomian.

Sedangkan bagaimana menjadi sarjana teknik sipil yang berbudi pekerti luhur diulas oleh Prof. Ir. Hrc. Priyosulistyo, M. Sc. Ulasannya tidak jauh dari ajaran Ki Hadjar Dewantara mengenai pendidikan budi pekerti. “Sekarang saudara duduk pada tingkat mahasiswa, pada tingkat ini pendidikan budi pekerti masuk kepada esensi mengenai kejujuran, toleransi, disiplin, kerja keras, cerdas, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, peduli social, peduli lingkungan dan tanggung jawab,” ungkapnya pada saat menyampaikan materi seminar.

Isi dari pembahasan seminar sama dengan tujuan awal diadakannya seminar seperti yang diungkapkan oleh Iskandar Yasin, ST., MT. selaku ketua panitia dan selaku Wakil Dekan Fakultas Teknik ”tujuan diadakan seminar ini adalah untuk mengembalikan peran sarjana teknik sipil untuk bangsa dan bisa membangun infrastruktur yang baik dikemudian hari.”

Seminar juga bertujuan untuk membangun semangat gotong royong dan prinsip budi pekerti seperti yang dicontohkan Ir. Soekarno sebagai SarjanaTeknik “harapannya agar mahasiswa kembali pada semangat gotong royong dan berbudi luhur,” tambah Iskandar Yasin.

Menjadi Sarjana Teknik Sipil Yang Berbudi Pekerti