Nothing is Impossible, LAMF #2 Terselenggara

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

FESTIVAL FILM: Pemenang festival film (dari kiri ke kanan); Desi Sri Rahayu (Juara I), Rahmad Thoriq Sya'bani (Juara II), Hari Prasetyo (Juara III), Hendra Armadi (Juara Film Terfavorit) | Foto: Erningsih

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) angkatan 2009 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sarjanawiayata Tamansiswa (UST) mengadakan festival film Literary Appreciation Movie Festival #2 (LAMF #2). Dengan tema ‘Candle in the Rain: Nothing is Impossible’, acara tersebut diselenggarakan di ruang 101-102 gedung Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP UST.

Acara yang diselenggarakan selama dua hari, yakni Jumat-Sabtu (23-24/3) lalu, menampilkan 20 film. Ketua panitia festival film, Anang Latif Utama mengatakan tujuan diadakannya acara ini yakni sebagai ajang kreativitas mahasiswa dengan menunjukkan karya dari tiap kelompok yang dibuat saat menempuh mata kuliah Literary Appreciation.

“Festival ini merupakan acara kedua kalinya setelah dulu diawali oleh angkatan 2008. Yang menjadi pemenang dalam festival ini yakni film Pride and Prejudice yang meraih juara pertama, The Last Song sebagai juara kedua, The Black Case sebagai juara ketiga, dan Oliver Twist sebagai juara terfavorit,” ucapnya.

Hazairin Eko Prasetyo selaku dosen mata kuliah Literary Appreciation mengharapkan adanya lomba drama berbahasa Inggris setingkat SMA. “Ada tindak lanjut setelah acara ini seperti drama berbahasa Inggris dan lomba drama antarmahasiswa,” tutur Hazairin. Hal ini pun diamini oleh Anang yang mengharapkan ada kegiatan serupa untuk ke depannya.

Satu tanggapan untuk “Nothing is Impossible, LAMF #2 Terselenggara

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *