Tarto Sentono Lengser

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Setelah melalui proses yang panjang, Drs. Tarto Sentono, ST., M.Pd., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST), yang telah terbukti melakukan plagiat karya ilmiah dengan presentase diatas 90 %, diturunkan dari jabatannya. Tarto diberhentikan dari jabatan Dekan FKIP UST Yogyakarta masa bakti 2009-2013. Hal tersebut ditandai dengan adanya surat keputusan rektor dengan nomor 07/UST/Kep/Rek/II/2012 tertanggal 10 Februari 2012.

Surat tersebut selain berisi pemberhentian jabatan Dekan FKIP juga menjelaskan bahwa Drs. Hazairin Eko Prasetyo, M.S., Wakil Rektor I UST ditugaskan  menjadi pejabat sementara Dekan FKIP UST masa bakti 2012-2013. “Saya hanya mengisi kekosongan jabatan untuk sementara. Maksimal satu bulan sampai adanya pemilihan dekan yang baru,” jelas Hazairin Eko.

Drs. H. Pardimin, M.Pd., Rektor UST mengakui bahwa proses penyelesaian kasus plagiat di UST berlarut-larut. “Kenapa berlarut-larut? Bukan karena ragu atau apa. Saya mencoba menyelesaikannya secara kekeluargaan, meminta pak Tarto agar mengundurkan diri. Akan tetapi, pak Tarto enggan untuk mundur. Setelah itu, saya proses dengan menyurati pihak Yayasan Sarjanawiyata Tamansiswa. Setelah menunggu lama, akhirnya pada hari Jumat, 10 Februari 2012 sanksi tersebut baru dapat turun,” paparnya.

Disisi lain, Tarto Sentono sebagai pihak yang dikenai sanksi ketika dihubungi melalui telepon seluler mengaku pihaknya belum ada waktu untuk memberikan penjelasan darinya. Ia hanya meninggalkan pesan singkat, “Maaf saya belum ada waktu.”

2 tanggapan untuk “Tarto Sentono Lengser

  • 22 Februari 2012 pada 13:39
    Permalink

    Pimpinan Arogan koq bisa bilang kekeluargaan aaah munafik “Ki Munajat” Rektor tuh !!!

    Balas
  • 22 Februari 2012 pada 14:21
    Permalink

    Tahu gak temen-temen mahasiswa, sekarang ini dosen UST nampak menjijikan pernah berselingkuh dengan istri orang antara lain Agus Prianto (mantan dekan FT), Pardimin (ki munajat), Edi Riyanto, Hadi Pangestu, Bambang Dwiratno masih lebih dari 3 loh! Hii menjijikan, selamat ber valentine.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *