Sri Edi Swasono: ‘Hidupilah Tamansiswa!’

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Setelah pada 7-9 Desember 2011 lalu Tamansiswa mengadakan Kongres XX Persatuan Tamansiswa yang menghasilkan tim formatur, akhirnya tim formatur tersebut berhasil memilih kepengurusan Majelis Luhur dan Badan-badan Persatuan Tamansiswa periode 2011-2016. Pengurus inti terdiri dari Ki Prof. Dr. Sri Edi Swasono (Ketua Umum Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa), Ki Probosutedjo (Ketua Badan Pembina), dan Ki Saur Panjaitan (Panitera Umum).

Pada Selasa (17/1) lalu, bertempat di Balai Persatuan Tamansiswa mereka dilantik bersama badan-badan pengurus Tamansiswa yang lain. Acara tersebut bertajuk ‘Pengukuhan Pengurus Majelis Luhur dan Badan-badan Persatuan Tamansiswa Masa Bakti 2011-2016 dan Serah terima Jabatan Pengurus Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa masa Bakti 2006/2011-2011/2016’.

Dalam sambutannya, Ki Sri Edi Swasono, mengatakan bahwa keluhuran budi yang bisa menjaga Tamansiswa. “Tamansiswa harus dibangkitkan lagi. Kita hidup di Tamansiswa, bukan hidup dari Tamansiswa.” tuturnya.

Ki Tyasno Sudarto, Mantan Ketua Umum Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa 2006-2011, dalam sambutannya yang diwakilkan, berpesan bahwasannya Tamansiswa merupakan aset bangsa yang harus dijaga kemurniannya.

Satu tanggapan untuk “Sri Edi Swasono: ‘Hidupilah Tamansiswa!’

  • 4 Februari 2012 pada 16:51
    Permalink

    Assalamu’alakum Wr. Wb.
    Pimpinan/rektor UST sekarang yang menjadi “ing ngarsa sung tuladha’ oleh Ki Munajat (kianat, munafik, bejat), apakah saat sekarang nilai-nilai yang menjadi pegangan Tamansiswa tidak diperlukan lagi? apakah irama perubahan modern UST dengan mengabaikan nilai-nilai ajaran Tamansiswa?
    Apakah founding father Tamansiswa tidak menangis dengan keteladanan seperti itu?
    Wallahu’alam, Salam.
    M.Dewantari

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *