Embrio Pendidikan yang Tertinggal

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Ki Darmaningtyas. foto: Wulandari

Kondisi sekolah Tamansiswa sekarang mengalami kemunduran dibandingkan dengan sekolah umum lainnya. Hal tersebut dinyatakan pakar pendidikan nasional Ki Darmaningtyas disela-sela pembukaan Kongres XX Persatuan Tamansiswa di Pendopo Agung Tamansiswa, Rabu (7/12).

Menurutnya, Tamansiswa sebetulnya mempunyai kelebihan dengan perspektif kebudayaannya, tetapi hal tersebut kurang digarap. “Jadi, kalau mau mengembangkan Tamansiswa dengan mengembangkan pendoponya sebagai pusat kegiatan Tamansiswa. Kalau pendopo ramai dan penuh kegiatan, orang pasti akan datang ke sini terus dan ingin memasukkan anaknya bersekolah di sini.” tuturnya.

Darmaningtyas pun mengatakan bahwa perbedaan pendidikan yang diselenggarakan oleh negara dan Tamansiswa jauh berbeda. Baik dari aspek fasilitas maupun kesejahteraan guru, pendidikan Tamansiswa masih tertinggal dibanding pendidikan oleh negara. “Meski Tamansiswa merupakan embrio dari sistem pendidikan nasional, kondisi Tamansiswa sekarang tertinggal dari pendidikan nasional.” ungkapnya.

Melihat kondisi Tamansiswa seperti itu, Darmaningtyas berharap pengurus kedepan dapat menghidupkan kawasan Ibu Pawiyatan ini sebagai pusat pendidikan Tamansiswa dan para pemuda dapat mengembalikan kejayaan Tamansiswa sebagai agen perubahan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *