FKIP Resah, Sanksi Belum Turun

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Sudah satu minggu sejak keputusan senat mengenai kasus plagiat yang dilakukan oleh Dekan FKIP Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST). Civitas akademika UST pun merasa risau membaca pemberitaan di website LPM Pendapa Tamansiswa. Terbukti dengan komentar-komentar di akun facebook, banyak yang tidak mempercayai plagiat yang dilakukan oleh Dekan FKIP salah satunya Kania mahasiswa prodi Matematika. Kania menanyakan bagaimana bisa Dekan melakukan plagiat.

“Harusnya kan Dekan memberi contoh yang baik dan membuat mahasiswanya maju.” ungkap Putri, mahasiswa prodi Matematika yang juga ikut mengomentari masalah ini.

Selain itu, ada pula komentar yang menyayangkan kasus ini baru diusut sekarang. Dite Umbara mengomentari pemberitaan lewat facebooknya bahwa kasus ini sudah lama. Menanggapi hal itu, Ki Drs. Hazairin Eko Prasetyo, M.S. selaku Wakil Rektor I yang sekaligus menjadi sekretaris senat menjawab bukti otentik mengenai kasus ini baru diperoleh bulan April dan pada saat itu sedang berlangsung pemilihan rektor.

Saat ditanya mengenai keabsahan ijazah dan lainnya yang ditandatangani Ki Drs. Tarto Sentono, ST., M.Pd., Hazairin Eko menjelaskan tidak ada masalah, disebabkan belum ada sanksi yang dijatuhkan kepada Tarto Sentono. Namun, setalah sanksi dijatuhkan, legalitas tanda tangan yang bersangkutan akan bermasalah. “Hari ini sepertinya rektor sudah mengambil keputusan tentang sanksi, kita tunggu sampai besok. Jika masih belum ada, kita ingatkan untuk segera memberikan sanksi.” kata Hazairin Eko.

Ki Drs. H. Pardimin M.Pd. ketika dikonfirmasi mengenai sanksi mengatakan sekarang sedang dalam proses pengambilan kebijakan sanksi.

Sampai saat ini (7/12) Pendapa belum bisa memperoleh keterangan dari Dekan FKIP mengenai kasus yang menimpanya. “Hari Jumat kita bertemunya. Sekarang saya mengikuti Kongres Persatuan Tamansiswa.” kata Ki Drs. Tarto Sentono, ST. M.Pd saat dihubungi melalui pesan singkat.

Satu tanggapan untuk “FKIP Resah, Sanksi Belum Turun

  • 8 Desember 2011 pada 13:02
    Permalink

    Secepatnya Rektor harus memberi sanksi tegas…………!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *