Bagaimana-kah Seharusnya Ospek Itu?

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Ospek, orientasi study dan pengenalan lingkungan kampus adalah suatu acara yang diadakan oleh pihak kampus untuk menyambut mahasiswa baru. Mahasiswa baru masuk  sebagai anggota baru dari keluarga besar akademika. Maka dari itu, ospek dapat dikatakan sebagai suatu momen untuk menyambut sekaligus memperkenalkan lingkungan baru kepada mahasiswa baru. Namun, kebanyakan orang menilai ospek selalu berkaitan dengan hal negatif. Contoh, terkadang orang termasuk mahasiswa baru berfikir, ospek sebagai ajang balas dendam senior kepada juniornya sehingga dipenuhi oleh tindakan-tindakan kasar. Begitu juga pemberitaan media massa. Setiap tahunnya menceritakan bentuk-bentuk kekerasan selama ospek.

Dengan adanya suatu anggapan bahwa kegiatan ospek selalu dipenuhi oleh kekerasan baik fisik maupun mental, maka hal tersebut dapat melahirkan suatu pandangan bahwa ospek tidak lebih dari ajang balas dendam. Jika dulu para senior merasakan penderitaan, maka kini mereka membalaskan rasa sakit hatinya kepada junior yang baru masuk.
Sesuai namanya, ospek haruslah merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengenalkan dan mengorientasikan mahasiswa baru kepada lingkungan dan kehidupan kampus. Menambah wawasan maba dalam menggunakan sarana akademik yang tersedia di kampus. Mempersiapkan maba agar mampu belajar di perguruan tinggi serta mematuhi peraturan dan norma yang berlaku. Selain itu juga menumbuhkan rasa persaudaraan di kalangan civitas akademika. Maka segala kegiatan yang akan dilakukan saat ospek bertujuan dan memberikan manfaat positif kepada mahasiswa baru

Segala tugas dan perintah dari senior wajib dilakukan maba selama ospek, dengan catatan bahwa tugas dan perintah tersebut dapat memberikan manfaat positif, pengetahuan baru kepada maba. Jangan sampai maba melakukan sesuatu hal yang bersifat sia-sia, bahkan menjatuhkan diri mereka dihadapan seniornya.
Dalam pemberian tugas dan perintah kepada maba perlu dipikirkan dengan baik. Contohnya dalam penugasan pembuatan barang-barang tertentu. Menurut saya hal tersebut  bagus untuk melatih kreativitas maba, namun jangan mensyaratkan bahan yang harus dibeli, susah dicari dan mahal harganya. Karena hal tersebut dapat menciptakan budaya konsumtif yang tidak ada manfaatnya. Apabila maba disuruh mencari bahan-bahan yang alami dan ramah lingkungan. Dari bahan yang alami tersebut maba ditugaskan membuat suatu barang yang kreatif dan bermanfaat.

Dengan demikian Maba tidak perlu kewalahan mencari bahan ospek yang susah didapat. Justru dengan mencari bahan-bahan yang ada di lingkunagn sekitar diharapkan akan menumbuhkan kesadaran para maba terhadap lingkungan dan menumbuhkan jiwa sosial mereka.  Kita dapat memberikan tugas setiap maba untuk membawa sedikit barang sembako yang kemudian dapat digunakan untuk kepentingan sosial seperti baksos. Sehingga jelas nilai manfaat yang terkandung dalam kegiatan OSPEK.
Jadi, ospek yang baik adalah kegiatan, yang sesuai tujuan dan fungsinya. Dengan begitu mereka paham seperti apa kondisi kampus tempat mereka akan kuliah nanti. Mereka perlu dibekali dengan pengetahuan dan kedekatan terhadap almamater untuk menumbuhkan jiwa kemahasiswaan yang baik dan rasa sebagai bagian dari keluarga besar akademika.

Kedepannya, semoga ospek dapat dimaksimalkan sebagai kesempatan untuk saling belajar menjadi diri yang lebih baik. Baik bagi pesertanya maupun bagi panitianya. Agar apa yang sudah diluangkan untuk kegiatan ospek ini dapat membawa manfaat. Selamat dan sukses bagi adik-adik mahasiswa baru. Selamat datang didunia penuh tantangan. Semoga perguruan tinggi dapat menjadi perantara untuk menjadi generasi penerus bangsa yang lebih berkualitas dan bermartabat.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *