Rabu, 3 September 2014 - 04:12 WIB

Biaya Kuliah Kian ‘Menjauh’ Dari Rakyat


Repro: Inet

Kenaikan biaya kuliah bukanlah fenomena baru disaat tahun ajaran baru. Hal inilah yang dialami mahasiswa baru Kampus Kebangsaan, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST).

Menurut Drs. H. Pardimin, M.Pd. selaku rektor UST, kenaikan biaya kuliah mahasiswa tahun akademik 2011/2012 bertujuan sebagai penunjang gaji karyawan, untuk fasilitas sarana dan prasarana khususnya PGSD, dan digunakan untuk beasiswa bagi mahasiswa. Semua kebijakan yang diambil kembali untuk kebaikan mahasiwa sendiri. Ketentuan ini sudah ditetapkan oleh rektor terdahulu, Prof. Dr. Djohar, M.S.

Pardimin mengatakan, para pejabat UST telah mengundang pihak yayasan, Prof. Adi Susanto, M.Sc., Ph.D untuk meminta penjelasan. “Sudah menghadirkan yayasan untuk menurunkan biaya tetapi tidak berhasil, hanya dapat membantu lewat teknisnya, pembayaran diringankan melalui angsuran beberapa kali,” ujar Pardimin.

Penetapan biaya, menurut Ki Andri Waskito Aji selaku Wakil Rektor (Warek) II, itu mencocokkan pasar, minat mahasiswa, dan referensi dari universitas lain. “Penetapan biaya oleh warek II dan bagian keuangan berkoordinasi dengan yayasan. Yayasan meng-input dan meminta evaluasi kemudian disampaikan kepada pimpinan fakultas,” jelasnya.

Selain hal itu, Andri juga menuturkan, yang menyebakan kenaikan biaya kuliah antara lain dosen yang melakukan penelitian, mahasiswa menuntut fasilitas, gedung baru, biaya listrik yang meningkat, pemasangan LCD di kelas-kelas dan jumlah mahasiswa yang bertambah juga menambah biaya-biaya lain yang diperlukan. “Tantangan luar biasa kalau salah mengelola bisa bangkrut,” tegas Andri.

Menurut Prof. Adi Susanto, M.Sc., Ph.D, Ketua Yayasan UST, naiknya biaya kuliah akan digunakan untuk meningkatan akreditasi, meningkatkan kualitas dosen, meningkatkan remunerasi atau gaji dosen dan karyawan, serta menambah AC pada semua gedung. “Kami juga memerhatikan mahasiswa yang tidak mampu. Untuk mengurangi biaya SPP putra-putri dosen atau pegawai, dan mahasiswa program studi (prodi) yang tidak mampu namun berprestasi,” kata Adi.

Penentuan biaya ini, menurut Adi, disetujui oleh rektor dan yayasan UST, yang sebelumnya tidak pernah ada koordinasi.

“Kalau dibandingkan dengan universitas lain, biaya studi di UST tidak terlalu mahal,” ujar Purwanto Hudi, ketua Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UST. Menurutnya, mahasiswa baru tidak tahu kalau ada kenaikan justru mereka membandingkan dengan universitas lain. Purwanto pun mengatakan, hal itu wajar tetapi ketika biaya studi dinaikkan pelayanan akan dinaikkan pula.

“Ada beasiswa kebangsaan yang berasal dari perguruan Tamansiswa untuk prodi tertentu. Sekarang masih memberikan fee, tetapi institusional kepada sekolah-sekolah. Kepala sekolah mengirim alumni untuk mendaftar di UST,”  jelas Purwanto.

Menurut Purwanto, penjaringan mahasiswa baru sudah tersistem dengan adanya biro promosi. Promosi dilakukan tidak hanya menjelang penerimaan mahasiswa baru saja, bisa dengan memasang baliho dan menyapa mahasiswa. “Kata kuncinya kepuasan mahasiswa, kalau tidak puas bagaimana mempromosikan,” tambahnya.

Sementara itu, Sinta, mahasiswa baru prodi PGSD, mengungkapkan kenaikan biaya pendidikan dianggap hal yang wajar. Sinta menganggap universitas swasta biasanya lebih mahal daripada negeri ditambah gedung PGSD yang baru. “Pada waktu mengetahui biayanya dirasa berat, namun untuk menuntut ilmu ya tidak mengapa,” tambah Sinta yang mengaku berasal dari Magelang.

“Biaya pendidikan di UST cukup terjangkau, tidak begitu mahal, kecuali untuk  prodi PGSD,” ujar Agung alumnus prodi Pendidikan Bahasa Inggris UST yang saat itu menemani adiknya mendaftar OSPEK di Kampus II UST.

Berbeda dengan Dwi Ari Nugraheni. Menurutnya, biayanya agak mahal. Namun, Dwi tetap memilih kuliah di UST disebabkan salah seorang mahasiswa yang pernah kuliah di UST mengatakan bagus dan orang tuanya pun setuju. “Universitas swasta jarang yang memiliki prodi PGSD, mungkin gedungnya baru,” tambahnya.

 Tabel kenaikan biaya kuliah tahun  ajaran 2009/2010 – 2011/2012

Fakulas Program Studi 2009/2010 2010/2011 2011/2012
Ekonomi Manajemen Perusahaan Rp. 5.750.000 Rp. 5.800.000 Rp. 7.530.000
Akuntansi Rp. 4.750.000 Rp. 4.810.000 Rp. 6.530.000
FKIP Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Rp. 5.750.000 Rp. 5.800.000 Rp. 8.530.000
Pendidikan Bahasa Inggris Rp. 5.700.000 Rp. 5.750.000 Rp. 8.465.000
Pendidikan Seni Rupa Rp. 5.700.000 Rp. 5.750.000 Rp. 6.465.000
Pendidikan Matematika Rp. 5.700.000 Rp. 5.750.000 Rp. 8.46.000
Pendidikan Fisika Rp. 4.830.000 Rp. 4.780.000 Rp. 6.525.000
Pendidikan Teknik Mesin Rp. 5.770.000 Rp. 5.850.000 Rp. 7.570.000
Pendidikan Kesejaheraan Keluarga Rp. 5.750.00 Rp. 5.700.000 Rp. 7.530.000
Pendidikan Guru SD Rp. 5.700.000 Rp. 6.700.000 Rp. 10.465.000
Pendidikan IPA - Rp. 4.730.000 Rp. 6.655.000
Pertanian Agroteknologi Rp. 4.630.000 Rp. 4.680.000 Rp. 6.400.000
Agribisnis Rp. 4.630.000 - Rp. 6.400.000
Psikologi Psikologi Rp. 5.650.000 Rp. 5.700.000 Rp. 7.400.000
Teknik Teknik Industri Rp. 4.650.000 Rp. 4.700.000 Rp. 6.400.000
Teknik Sipil Rp. 4.700.000 Rp. 4.750.000 Rp. 6.505.000

Sumber: BAAK, Grafis: Eko/PENDAPA

Filed in: Liputan Utama
  • Pambudi Setya

     biaya semesterannya ada gx ea???