Penantian Tak Berujung (2-Habis)

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Sambungan. Malam itu Risma kembali terisak didalam kamarnya. Sejak kejadian yang menyakitkan itu aku sering berkunjung ke kontrakan kecilnya. Hanya sekedar untuk mengantarkan makan malam atau apalah. Yang jelas aku ingin terus berada di sisinya.
“Aku sudah tak kuat lagi. Tujuh bulan sudah aku menanggung malu. Orang tuaku pun mencampakkanku.” Isaknya.
“Ssh…. Kau harus kuat. Kau harus terus berjuang demi anak yang ada didalam perutmu itu.” Aku mencoba menenangkannya,
“Tak usah lah kau pedulikan laki-laki biadab itu.”
Masih ada aku disini, tidakkah kau perhatikan aku? Batinku.
Malam itu dia terlelap dalam isakannya. Aku tertidur dikursi disamping tempat tidurnya.

 

***

Saat Subuh menyapa, aku terbangun. Ku tengok kasur tempat Risma tertidur semalam. Tak ada. Kemana dia? Aku kalang kabut mencarinya. Tak biasanya dia pergi diam-diam. Apalagi di pagi buta seperti ini. Aku mencarinya disekeliling rumah. Nihil. Ku tengok rumah tetangga, tak ada juga. Ah, laki-laki itu. Jangan-jangan dia kembali lagi ke sana saat aku sudah terlelap semalam. Bodoh, pikirku.

Segera ku keluarkan motorku. Tanpa pikir panjang aku menuju rumah lelaki itu.
Semoga kamu tak disana. Aku percaya kalau kamu tak akan melakukan tindakan bodoh itu.
“Risma…!!” panggilku saat aku tiba di rumah itu.
Namun tak ada siapa-siapa disana. Hanya keheningan yang menyapaku. Kalang kabut aku mencarinya. Namun tak ada hasilnya. Matahari pagi mulai menyunggingkan senyumnya. Karena sudah lelah aku kembali ke kontrakan Risma. Tapi Risma masih tak ada. Aku terpekur di teras kontrakan mungil itu. Menanti. Kalau-kalau Risma kembali. Namun semakin lama kumenanti, hanya sakit yang kurasa. Sampai mentari kembali ke peraduannya, tak jua ku temukan dimana Risma.
Kemanakah kau pergi, Risma…. Pulanglah. Aku masih menantimu di sini. Bagaimanapun keadaanmu. Aku akan terima. Pulanglah.

****

2 tanggapan untuk “Penantian Tak Berujung (2-Habis)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *