MMF Adakan Seminar Nasional

Save pagePDF pageEmail pagePrint page

Sri Adi Widodo, Dr. Murni Ramli, Drs. Bambang Supriyono, Dewantara Convention Room
Para pembicara seminar nasional dengan tema ‘Peran Profesionalisme Guru dalam Pendidikan Berkarakter Bangsa’ di Dewantara Convention Room (DCR) Selasa (28/6). (dari kanan ke kiri Sri Adi Widodo sebagai moderator. Dr. Murni Ramli dan Drs. Bambang Supriyono sebagai pembicara). Foto: Erningsih/PENDAPA

Selasa (28/6), bertempat di Dewantara Convention Room (DCR) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) berlangsung Seminar Nasional Pendidikan. Acara yang diselenggarakan oleh Majelis Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (MMFKIP) menghadirkan dosen Universitas Diponegoro (UNDIP), Dr. Murni Ramli, guru berprestasi nasional, Drs. Bambang Supriyono, M.M. dan Mentri Pendidikan Nasional, Prof. Dr. Ir. KH. Muhammad Nuh, DEA sebagai pembicara. Namun Prof. Dr. Ir. KH. Muhammad Nuh, DEA berhalangan hadir.

Dalam seminar yang mengusung tema “Peran Profesionalisme Guru dalam Pendidikan Berkarakter Bangsa” tersebut, Drs. Bambang Supriyono, M.M.  memaparkan bahwa pendidikan dipilih sebagai alternatif utama pengembangan budaya dan karakter bangsa karena pendidikan merupakan sarana pembangun generasi muda. Kepala sekolah SMA 11 Yogyakarta ini juga memaparkan bahwa pendidikan sekarang ditengarai baru menyentuh pada tingkatan internalisasi nilai-nilai karakter, belum pada tingkatan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Lain halnya dengan Dr. Murni Ramli yang menjelaskan tentang pendidikan karakter dan profesionalisme guru di Jepang. Hal ini dilakukan untuk pembanding pendidikan karakter di Indonesia. Dosen yang pernah 7 tahun tinggal di Jepang ini mengungkapkan bahwa pendidikan karakter di Jepang sudah mulai ditanamkan sejak kecil. Pembahasan di sekolah-sekolah pun lebih menekankan pada praktek dari pada materi yang menyangkut pendidikan karakter itu sendiri.

Waskuri Wibowo selaku ketua panitia saat diwawancarai tim Pendapa mengungapkan bahwa seminar  ini  merupakan program kerja MMFKIP tahun 2010/2011. “Seminar pendidikan karakter ini bertujuan sebagai kampanye pendidikan karakter  agar bisa terbentuk sedini mungkin karena beberapa tahun terakhir ini Indonesia membutuhkan karakternya yang mulai terkikis” ungkap mahasiswa Pend. Teknik Mesin ini.[p]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *