Puncak Perayaan Tri Suci Waisak di Borobudur

 

Seorang Bhiksu berjalan di candi Borobudur-Magelang, Jawa Tengah. Saat mengikuti prosesi puncak Tri Suci Waisak (17/5/11).
Seorang Bhiksu berjalan di candi Borobudur-Magelang, Jawa Tengah. Saat mengikuti prosesi puncak Tri Suci Waisak (17/5/11). Foto Wahyu z/PENDAPA

Selasa (17/5), ratusan umat Budha melakukan prosesi perayaan puncak Tri Suci Waisak pukul 08.30 WIB di kawasan Candi Mendut, Magelang, Jawa Tengah. Para Buddhis mengusung air berkah dan api dharma yang sebelumnya disemayamkan di Candi Mendut menuju Candi Borobudur yang berjarak sekitar tiga kilometer.

Sebelum para Buddhis melakukan meditasi dan puja bakti menjelang detik-detik waisak, masing-masing majelis melakukan ritual doa di pelataran Candi Borobudur. Bhiksu Sapta Virya dari majelis Sangha Mahayana mengatakan “puncak perayaan Tri Suci Waisak dilakukan untuk memperingati kelahiran Sang Buddha Sidharta Gautama memperoleh pencerahan sempurna.”

Para Bhiksu dari 8 negara turut hadir dalam acara perayaan puncak Tri Suci Waisak, yakni Laos, Myanmar, Singapura, Thailand, Tibet, Kamboja, Amerika, dan Australia. Menurut Bhiksu Dutavira Mahastavira, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) doa khusus para buddhis bertujuan untuk mewujudkan semangat yang menjadi spirit Waisak 2011. “Menemukan kedamaian dan jati diri dalam diri sendiri. Sebagai penyemangat dan penerang hati serta pikiran seluruh bangsa, dari yang di atas sampai di bawah agar tercapainya kehidupan tenteram bersama,” ungkap Dutavira.

Masih menurut Dutavira, doa khusus ditujukan bagi para pemimpin bangsa, dengan harapan agar pemimpin bangsa makin bijak dan menjalankan tugasnya lebih baik.  Dalam ajaran Buddha diyakini setiap garis kehidupan memiliki karmanya sendiri-sendiri. “Apa yang kita lakukan saat ini akan terjadi juga di masa nanti. Oleh karena itu, kita harus senantiasa menyiapkan perubahan hidup dengan perbuatan baik,” tambahnya.

Pada akhir perayaan, ratusan lentera dilepaskan di pelataran utama Candi Borobudur. Pujo Suwarno Kepala Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) yang di langsir dari tempo interaktif mengungkapkan “lentera yang dilepas merupakan lentera terbanyak selama ini.”